Rabu, 25 Juli 2012
Jumat, 08 Juni 2012
Sabtu, 10 Desember 2011
PUISI Bag. IV
Padi untuk Anak Cucunya
Jejak musim demi musim bersahabat dan menjadi tinta di urat-urat kulit tuanya
Diikutinya kemana musim terubah oleh Sang Maha Satu tanpa kesah dari bibir rentahnya
Tubuh pak tua itu telah akrab dengan lumpur, matahari, angin, hujan dan halilintar yang slalu menyapanya
Saat hamparan permadani padi menguning, terbalaslah sudah semua gundah dan kerja kerasnya
Subuh setelah kewajibannya pada Sang Pencipta, tergeraklah kaki itu ke lembaran pematang
Digenggam dan diayunkannya cangkul hingga otot tebalnya mengeras dan meregang
Entah berapa kilo panjang tanah yang tercangkulnya, bila sawah itu adalah jalan yang panjang
Dijaga dan dirawatnya juntaian bulir padi itu hingga hari menjelang petang.
Petani Tua itu bersujud PadaMu Ya ILLAHI, agar padinya tumbuh menunduk PadaMU pula
Tiap serut buliran penuh butir padi tertanam harapan yang besar tuk meraih cita-cita
Saat hujan menunda tetesannya, keringatnyalah yang menyiraminya
Kadang dia ingin bermalam di tepi sawah, menemani padinya dibawah purnama.
Sampaikah padinya berganti rupiah
Menjadi belaian kertas yang berarti bagi manusia
Sampaikah padi itu membesarkan cucu-cucunya dirumah
Karna mereka berhak hidup dari padi yang tumbuh di tanah pertiwi tercinta
Sampaikah umurnya berkali-kali memanen butiran-butirannya
Karna dari ijinNYAlah dia menapaki halaman-halaman tahun di dua petak sawahnya
Dia paksakan tubuh rentahnya tetap tegak, berbalut kulit tipis menghitam demi cucunya.
Dialah laki-laki sejati, cintanya pada istri, keluarga dan cucunya setiap hari bertambah seiring kepergiannya.
By. Irawan
SANG PENCIPTA BERLIAN DAN EMAS
Lagi-lagi harta membutakan segumpal daging yang menjadi hati kita
Bahkan saat terlelappun mereka masih memikirkannya
Harta bagaikan kaca mata yang selalu menutup mata mereka
Setiap tarikan nafas mereka, bau hartalah yang mereka pinta
Direngkuhnya berlian dan emas meski tersimpan dekat magma bumi
Dikejarlah berlian dan emas meski banyak nyawa mereka jadikan upeti
Ditumpuklah berlian dan emas meski harus mengubur hati yang suci
Dibelailah berlian dan emas meski indera telapak tangannya tlah mati
Hanya berlian dan emaslah yang mampu membuat matanya terpukau
Mereka mengira hanya di bumi ini berlian dan emas tertanam
Tidakkah mereka berpikir tentang berjuta-juta bintang yang cahayanya berkilau
Jika semua bintang adalah berlian dan emas, berarti emas di bumi hanya setitik pasir kelam
Kenapa berlian dan emas lebih berharga dari niat baik tanpa noda
Kenapa gemerlap berlian dan emas lebih menyilaukan dari beningnya cinta
Kenapa berlian dan emas lebih sering disaput ketimbang buramnya hati mereka
Kenapa berlian dan emas terus ditumpuk ketimbang amal bijak yang ada
Mungkin dengannya dunia bisa dibelinya, selama apa dunia bisa disandarinya
Mungkin dengannya perasaan manusia bisa dimilikinya, jelas bukan rasa tulus dan nyata
Mungkin karna bisa mengeyangkan perut mereka, setambun apa perut yang mereka pelihara
Mungkin karna bisa meninggikan kehormatan, hanya kehormatan semu di satu alam dunia
Bila dulu Sang Maha Satu lagi Maha Kaya mengiyakan gunung-gunung terbuat dari batu mulia
Berhargakah, bernilaikah, terhormatkah lagi karna benda itu, tak berarti tanpa amanah
Tidak tahukah mereka bahwa seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita yang soleha
Tidak tahukah mereka setinggi-tingginya derajad dan kehormatan adalah mereka yang beriman dan bertaqwa
Tidak meengertikah mereka bahwa sebaik-baiknya hartawan adalah mereka yang membelanjakannya di jalanNYA
Apakah semua kenikmatan semu itu mereka bawa saat mereka hilang dari bumi ini
Berlian dan emas mereka miliki hanya sepanjang usia mereka, dari terlahir hingga mati.
By. Irawan
SATU LAMPU DI TAMAN ITU
Kelelawarpun akan menyerah bila kutantang untuk bertahan membuka mata di malam hari
Tak ayal suasana malam menjadi sahabat karibku menunggu datangnya pagi
Kadang ku tengadahkan kepalaku tuk melihat bintang sebagai perhiasan bumi
Dan kadang kuheningkan suasana tuk mencari suara jangkrik bernyanyi tuk pujaan hati
Di jalan menuju rumahku ada sedikit taman tertancap di pojok jalan
Taman yang kecil, hijau dengan sedikit bunga menempel tak beraturan
Tapi taman itu tampak indah bila malam telah melemparkan siang ke tepian
Berkali kali kupikirkan apa yang membuat taman itu begitu mengagumkan
Suatu ketika aku melihat taman itu seperti mati, tak tersapa dan teracuhkan
Memang bunga di tanam itu mekar di malam hari, tapi mengapa hening bak kesepian
Ternyata satu lampu di taman itu enggan tuk memancarkan cahaya kekuningan
Mungkin lampu itu terkecewakan oleh bunga malam yang tak lagi mau diperhatikan
Bertahun-tahun lampu itu meneranginya , hingga sang bunga terlihat indah mempesona
Cahaya itu mebuat sang bunga melihat dunianya dan terjaga keindahannya
Satu lampu di taman itu sangat berarti bagi sang bunga yang sering tak mengerti akan fitrahnya
Jika sang bunga mengerti, cahaya lampu itulah yang membuat dia terhomati dan nyata
By. Irawan.
SEJUJURNYA AKU
Jujur, bukan tatapan pandangan pertama yang membuatku jatuh cinta
Tapi dari perlahan gerak tertunduknya kepalamu setelah pandangan pertama itu
Jujur bukan karna kecantikan parasmu aku terpesona tanpa sela
Tapi pandainya dirimu berusaha menutupi semua kelebihan lahirmu
Sebenarnya bila di dekatmu, hati ini berasa tidak pada tempatnya
Sejujurnya lagi jantungkupun berdetak bukan pada hitungannya
Sebenarnya bila kau jauh dariku, ingin ku putar bumi ini kembali
Sejujurnya lagi ingin kuhentikan waktu dan putaran bumi hingga kau tetap disini.
Aku takut tuk menyapa dan memperkenalkan diri
Jujur, aku lebih takut bila tidak pernah mengenalmu lagi
Aku ragu cukupkah diriku untuk wanita yang lebih indah dari pelangi
Jujur aku lebih ragu mengarungi hidupku bila tanpa memandangmu lebih dari sekali.
Begitu beruntungnya bumi yang telah terlekati bayanganmu
Jujur, lebih beruntung si angin genit yang setiap saat membelai pipimu
Begitu beruntungnya bintang yang slalu kau pandangi sebelum tidurmu
Jujur, lebih beruntung tirai jendalamu yang sepanjang malam melihat lelapmu.
Tak sanggupku tuk tidak jujur karna kebaikan, kecerdasan dan keanggunanmu
Tak akan bisa aku membohongi diri sendiri, bahwa suaramu adalah nasehat bagiku
Saat bulu matamu perlahan turun, segera kubenahi diriku bila aku salah
Pantaskah aku mengejarmu, jujur aku bukan mereka yang dari lahir berharta
Terjatuhlah air mata bening itu membasahi pipi indahmu, saat melihatku pergi menjauh
Tersentuhlah lutut terbalut kain itu ke tanah, saat aku hampir hilang dari pandanganmu
Bila kau tahu, jujur mataku lebih sakit saat air mataku keluar untukmu kasih tercinta
Bila kau tahu, jujur hidupku hampa, menanggung cara yang harus aku lakukan demi melihatmu bahagia….
By. Irawan.
Kamis, 22 September 2011
PUISI III
Kumpulan Puisi ( Poems ) Bag III
Judul :
Si Kecil Di Jalanan
Padi untuk Anak Cucuku
BELERANG DIPANGGULNYA
Si Kecil Di Jalanan
Berjalan kakinya menyusuri kerasnya tepian trotoar yang menyilaukan
Keringat mulai membasahi kulit hingga metetes di ujung-ujung rambutnya
Kadang matanya terpecing karna melawan terangnya sinar sang surya
Kaki kecilnya terus menapak seakan tak kenal apa itu lelah dan papah
Bunyi perut pertanda paksakan tangan tuk bekerja
Terlantunkan suara kadang parauh, lemas dan terengah
Dibersihkannya kaca mobil dari sandaran debu yang manja
Diteriakannya judul, berita koran-koran dan majalah
Disaputnya sepatu-sepatu hingga berkilau meski nyilu tangannya
Bila beruntung, ada sedikit orang yang memberikan rupiah tanpa dia bekerja
Bathinnya tersenyum dan hatinya berdoa
Semoga si pemberi ikhlas dan bahagia di kehidupan dua alamnya
Pernah bentakan kasar mendera telinganya
Pernah jongkrokan keras meninpa kepalanya
Pernah tamparan air terlindas roda membasahi tubuhnya
Pernah terampas jerih payahnya oleh mereka yang tidak berhati manusia
Pernah berdarah kulit mungilnya, terjatuh tuk mengejar rupiah
Sering tetesan air matanya tersembunyikan dari mereka –mereka di jalan raya.
Hari ini adalah hari ini
Si kecil itu tidak ingin tahu bagaimana esok hari
Nasi di mulut mungil itu adalah harta mereka sampai mati
Jelas di mata mereka kekayaan dipamerkan tanpa henti
Kemana si kaya, butakah mereka, tulikah mereka, apa mereka masih mempunyai hati
Si kecil tanpa cita-cita, tanpa harapan hanya naluri tuk bertahan hidup yang tak dimengerti.
By. Irawan.
Padi untuk Anak Cucuku
Jejak musim demi musim bersahabatlah dengan kehidupanku
Kerjaku tergantung sifatmu yang tertentukan oleh Sang Maha Satu
Tubuh ini telah akrab dengan lumpur, matahari, angin, hujan dan halilintar yang menggemuruh
Saat hamparan permadani padi menguning, terbalaslah sudah semua peluhku.
Subuh setelah tugasku pada Sang Pencipta, tergeraklah kaki ini ke pematang
Kuremas cangkul dan kuayunkan hingga ototku mengeras dan meregang
Sejauh ini telah kucangkul, nyilu terasa dan kutegakkan pinggang
Kujaga dan kurawat juntaian padi ini hingga hari menjelang petang.
Bersujudku PadaMu Ya ILLAHI, agar padiku tumbuh menunduk PadaMU pula
Tiap butir padiku penuh harapan yang besar tuk meraih cita-cita
Saat hujan menunda tetesannya, keringatkulah yang menyiraminya
Kadang ku ingin bermalam di tepi sawah, menemani padiku dibawah purnama.
Sampaikah padiku berganti rupiah
Belaian kertas yang berarti bagi manusia
Sampaiklah padiku membesarkan cucuku dirumah
Karna dia berhak hidup dari padiku yang tumbuh di tanah pertiwi tercinta
Sampaikah umurku berkali-kali memanen butiran-butirannya
Kupaksakan tetap tegak tubuh rentah, kulit tipis menghitam ini untuk meraihnya.
By. Irawan
BELERANG DIPANGGULNYA
Mampukah dia menjalaninya, bisakah dia melaluinya
Setiap hari keraguan yang terpatahkan oleh semangatnya tertanam dalam pikirannya
Akankah dia meraih hasil ditengah menanjaknya tanah yang harus dijamahnya
Kebiasaan yang tak bisa diabayangkan kapan berakhirnya seiring tegar tubuhnya
Alas tebal seadanya seakan percuma karna kerikil tajam masih terasa di telapak kakinya
Berat dia angkat langkah demi langkah menyusuri jalan yang semakin meninggi
Dia hela nafas sesaat sampai di puncak tertinggi karna saat kembali lebih berat dari keberangkatannya
Bahunya mengeras karna terbiasa tergayut bambu yang terbebani belerang yang tersusun tinggi
Asap panas dari mulut kawah menyapa perih mata dan kulitnya yang kering dan berdebu
Air mata selalu keluar membasahi matanya tuk menyejukkan mata itu dari sentuhan gumpalan putih yang menyakiti
Dia raih onggok demi onggok belerang denga nafas yang seringakli tertahan karna sesak dan ngilu
Dia tumpuk dalam dua keranjang yang akan segera dia papah keatas pinggiran kawah karna dadanya mulai tak tahan dan mendidih
Tulang dalam tubuhnya berusaha bertahan membawa beratnya beban menuruni terjalnya lereng gunung itu
Pelan-pelan dia langkahkan kakinya agar tak terjatuh isi dua keranjang tumpuhan hidupnya setiap hari
Sesekali dia berhenti untuk menata nafas yang tersengal dan tubuh yang dia paksa untuk tetap tegak berdiri tanpa keluh
Sesampainya dibawah dia harus kembali lagi, keatas dan turun berulang-ulang sampai batas kuat tubuhnya terhenti
Kadang dia berpikir bila gunung ini tidak tinggi
Kadang dia tak ingin kembali jikalau bukan karna tuk terus menyambung hidup ini
Kadang dia berharap bila belerang ada di dasar dan bukannya di puncak yang harus didaki
Dan sering dia berkhayal bahwa kawah itu indah, segar, sejuk, tidak berasap panas dan perih
Dia tidak peduli sampai habisnya keringatnya terperas jatuh menyirami jejak tapaknya
Karna gunung itulah hidupnya yang setiap hari harus dia taklukkan dengan semangatnya
Yang dia takuti hanya batas kekuatan tubuh dan nafasnya tuk mengiringi panggulan belerang kuningnya
Entah berapa ribuan kilo jarak yang pernah dijajaki selama dia menekuni pekerjaan yang terlanjur menyatu dalam hidupnya
Entah ..dan entah karna dia sudah tidak peduli lagi..
Entah ..dan.. entah,.. karna inilah jalan yang harus dia lalui
Baginya, gunung adalah dunia yang berbaik hati padanya
Baginya, gunung adalah harta dari Tuhan yang harus direngkuh meski dengan curahan peluhnya
By. Irawan.
Rabu, 04 November 2009
MENGIRIM NASKAH VIA EMAIL
10 RAHASIA MENGIRIM NASKAH MELALUI EMAIL
1. Pastikan Alamat Email benar
Lihat sekali lagi alamat surat elektronik atau email tujuan benar. Sistem QWERTY di keyboard komputer memungkinkan seseorang salah dalam menulis kata. Perhatikan, sebagai misal saja, huruf ‘b’ dengan ‘n’ berdampingan, kesalahan menekan tombol ‘b’ ketika seharusnya Anda ingin menekan ‘n’ bisa menyebabkan email Anda salah alamat tujuan. Apalagi jika alamat email redaksi tujuan kombinasi antara huruf dan angka, contohnya buku3168192@yahoo.com pasti membuat banyak penulis –mungkin termasuk Anda—yang sulit menghafalnya. Jangan menduga, sebaiknya Anda memastikan bahwa setiap huruf
2. Email pribadi redaksi atau email resmi perusahaan?
Sudah bukan rahasia lagi bila email resmi perusahaan penerbitan akan berisi puluhan bahkan ratusan email setiap harinya. Baik email yang bersifat pribadi, bertanya di mana bisa mendapatkan buku tertentu, mendapatkan edisi cetak koran sebulan lalu, atau email yang isinya mengirimkan naskah seperti yang Anda lakukan. Nah, ada baiknya Anda berkenalan dengan pihak redaksi yang menjadi penanggung jawab jenis naskah yang akan Anda kirim. Selain akan memotong jalur birokrasi email naskah, juga membuat kiriman naskah Anda akan aman sampai ke tujuan.
3. Jika mengirim ke email pribadi
Tentu yang namanya email pribadi adalah email yang sifatnya pribadi. Mengirimkan naskah ke email pribadi jelas adalah intervensi peruntukkan email. Tetapi jika Anda ingin melakukan itu, segeralah meminta izin kepada yang bersangkutan. Bisa melalui email, sms, atau telepon. Katakan bahwa Anda akan mengirim naskah ke email pribadi dan jangan lupa untuk menyelipkan kata maaf karena menggunakan email pribadi.
4. Taruh dalam daftar alamat email
Semua fasilitas email menyediakan penyimpanan alamat email tujuan. Paraktiknya, setiap Anda mengirimkan email kepada seseorang atau penerbit, maka secara otomatis setelah email terkirim akan muncul kotak permintaan apakah alamat email tujuan akan disimpan atau tidak. Pergunakan fasilitas ini untuk menyimpan semua alamat email penerbit atau redaksi penerbit. Selain memudahkan Anda untuk menemukan alamat email, juga meminimalkan kesalahan alamat email tujuan.
5. Tulis dalam subjek email Anda apa yang Anda kirim
Penulisan keterangan apa yang Anda kirim akan memudahkan pihak redaksi penerbitan untuk memilah email yang masuk. Jika email penerbitan dikelola oleh sekretaris redaksi, maka email Anda akan diteruskan (forward) kepada penanggung jawab tertentu di penerbitan. Misalnya “NASKAH NOVEL DETEKTIF DARI ARUL KHAN” memudahkan penerima email untuk mengetahui apa isinya, jenis/spesifikasi naskah, dan dari siapa yang mengirim.
6. Buatlah pengantar di tubuh email
Walaupun Anda sudah kenal dengan redaksi penerbitan tersebut, tidak ada salahnya Anda membuat konten pengantar di tubuh email yang Anda kirim. Apalagi buat yang baru mengirimkan email naskah; sebuah kata pengantar merupakan perkenalan pertama Anda dengan pihak redaksi. Tulislah siapa Anda, aktifitas, prestasi, kontak, dan yang penting tulislah ketertarikan Anda mengapa akhirnya memutuskan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan.
7. Kirim dengan pelengkap naskah
Mengirimkan naskah emlalui email sebaiknya juga mengirimkan pelengkap naskah. Anda bisa menyertakan sinopsis naskah di file lain, riwayat hidup penulis, atau foto diri untuk berjaga-jaga siapa tahu buku Anda layak terbit dan foto Anda diperlukan.
8. Perkecil unggahan Anda
Jika Anda mengunggah file naskah beserta pelengkapnya bisa jadi file tersebut terlalu besar. Efeknya, bila redaksi penerbitan mengunduhnya, maka akan memakan waktu yang lama dan terkadang membuat siapapun bosan gara-gara pekerjaan tersebut. Besarnya file naskah Anda bisa terjadi jika naskah Anda banyak emmuat ilustrasi, gambar, atau foto. Tidak ada salahnya Anda memasukkan itu ke dalam satu file seperti ZIP. Berapapu jumlah email Anda bila sudah di-ZIP akan menjadi satu. Anda bisa mendapatkan perangkat lunak ini dengan mengunduhnya di www.softpedia.com secara gratis.
9. Kirim naskah yang telah diproteksi
Untuk menghindari kemungkinan plagiarisme terhadap naskah Anda, sebaiknya ubahlah bentuk naskah Anda dalam bentu file .pdf dan jangan mengirimkan file word office. File .pdf memungkinkan siapapun membacanya, tetapi sekaligus Anda bis memproteksinya dengan tidak bisa dicetak, dikopi, atau diedit. Jangan mengira tidak ada pihak redaksi penerbitan yang nakal; pasti ada stu dua penerbitan yang “mencuri ide” Anda dan mengembangkannya. Banyak CD pemograman .pdf –misalnya varian adobe-- bisa Anda dapatkan dengan harga yang cukup murah.
10. Pastikan email Anda terkirim
Buka bagian sent dalam email Anda dan pastikan bahwa email Anda sudah terkirim ke alamat yang bersangkutan. Jangan hilangkan laporan pengiriman tersebut. Laporan pengiriman akan berguna bagi Anda untuk mengetahui kapan Anda mengirimkan naskah, kepada siapa/penerbit apa Anda mengirim naskah, hingga berapa lama berita naskah Anda setelah dikirimkan.
http://arul.multiply.com/journal
MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU
Bagaimana Mendirikan Penerbit Buku Tanpa Modal,Jaringan,dan Tanpa Pengalaman.
Banyak orang yang bertanya kepada saya, bagaimana mendirikan penerbitan yang sukses.
Saya biasanya menjawab, “ anda bertanya kepada orang yang salah. Bila anda ingin mendapat ilmu bagaimana menjadi penerbit yang sukses, tanyalah kepada pendiri Mizan, Gramedia, GIP, Grafindo atau penerbit besar lainnya “
Biasanya orang itu akan kembali menjawab, “oh kalau mereka sih punya modal besar jadi tidak heran “.
Lalu saya katakan, “ kalau anda ingin tahu bagaimana mendirikan penerbitan skala rumahan tanpa modal, tanpa jaringan,
Pada umumnya, orang yang bertanya itu adalah orang yang ingin karya tulisnya diterbitkan menjadi buku. Dia mungkin sudah menawarkan naskahnya ke berbagai penerbit tapi belum diterima. Perlu anda ketahui, menjadi penulis dan penerbit adalah dua hal yang berbeda. Ini yang sering disalahpahami.
Penulis dalam diagram Kiyosaki masuk dalam self employee, pekerja mandiri. Sedangkan penerbit masuk dalam kategori pengusaha. Penerbit adalah suatu jenis usaha. Yang diasumsikan terus ada. Sehingga tidak bisa menjadi penerbit hanya menerbitkan satu buku saja, kemudian berhenti. Karena membutuhkan waktu, energi dan biaya untuk membangun relasi dan jaringan. Anda akan rugi bila menjadi penerbit dengan tekad hanya menerbitkan satu dua buku saja setelah itu tutup. Bila hanya ingin menerbitkan satu buku saja sebaiknya anda menjadi penulis bukan penerbit.
Bila anda menjadi penulis, anda bisa hanya menawarkan tulisan anda kepada penerbit. Bila karena satu hal anda ingin berhenti menjadi penulis, itu tidak terlalu merugikan. Karena biaya menjadi penulis relatif tidak sebesar biaya yang dikeluarkan bila anda menjadi penerbit.
http://penerbitjabal.com/
Lalu Bagaimana mendirikan penerbitan
Dalam hal apapun pemasaran adalah yang utama. Pemasaran mendahului produksi. Yang saya lakukan pertama kali adalah mencari pihak yang mau memasarkan buku terbitan saya. Alhamdulilllah ada yang mau yaitu MQS. Setelah itu saya mencari pihak yang mau mencetak buku dengan pembayaran dibelakang setelah buku laku. Semua percetakan yang saya hubungi maunya bayar dimuka atau bayar setelah buku jadi. Saya tidak punya uang, jadi saya tidak bisa bayar dimuka. Alhamdulillah ada yang mau bayar dibelakang, yaitu percetakan Alia Grafika. Kemudian saya mencari orang yang mau melayout isi dan mendesain cover buku dengan pembayaran dibelakang, setelah buku laku. Sebagian besar yang saya temui tidak mau, maunya dibayar setelah desain selesai. Alhamdulillah ada yang mau, yaitu Bapak Agus Anwar.
Nah setelah itu barulah saya mencari naskah. Karena saya tidak mempunyai sumber naskah dan pengetahuan saya mengenai hal ini sangat jelek maka saya tidak tahu dimana mendapatkan naskah buku. Sebenarnya hal yang paling utama adalah karena saya tidak punya uang. Bila saya punya uang tentu mudah saja mendapat naskah dari penulis terkenal.
Ada beberapa orang yang menawarkan naskah. Namun isinya biasa-biasa saja. Penulisnya pun orang yang baru menulis. Jadi kalau saya menerbitkan tulisannya, sama saja saya mendongkrak namanya. Lebih baik nama saya saja yang terdongkrak. Saya pikir kalau cuma tulisan biasa saja saya juga bisa. Karena itu saya coba menulis. Ya lumayan. Seminggu jadi. Kemudian tindakan saya adalah :
1. Naskah itu saya beri ke layouter. Seminggu selesai
2. kemudian diserahkan ke percetakan (dicetak 1500 buku). Mungkin karena bayar belakangan jadinya agak lama. sebulan
3. setelah selesai langsung di kirim ke MQS untuk dijual
Alhamdulillah hasilnya lumayan bagus. Sebulan pertama laku 500 buku, bulan kedua laku seribu buku.
http://penerbitjabal.com/
Percetakan Buku Tidak Mengharuskan Jadi Penerbit
Oleh: Tegan Dawn
Hidup sehari-hari biasa orang luar biasa dengan kehidupan luar biasa stories to tell. Sejarah sebelum kita duduk di masing-masing dan setiap salah satu kakek / nenek, dan jika kami sangat beruntung kakek / nenek. Chronicling keluarga dari sejarah pribadi yang akan dipakai bersama-sama oleh semua orang akan menjadi karya seni sastra yang tidak dapat dicocokkan. Memberikan karunia untuk hidup melalui kata-kata dengan orang-orang terkasih adalah sebuah hadiah yang akan disimpan dlm hati untuk generasi. Anda tahu ini, dan Anda telah mengambil waktu untuk mendengarkan dan menulis sejarah keluarga untuk kepentingan semua orang-orang yang cinta dan peduli dan Anda telah siap untuk Anda tulisan-tulisan menjadi sebuah buku yang tidak hanya kisah yang memberitahu keluarga, tapi memiliki foto yang menggambarkan momen spesial dalam kehidupan yang menyenangkan bagi orang untuk berbagi.
Bagi Anda penulis luar sana yang menulis untuk kepentingan menulis, dan mungkin tidak ada mimpi dari publikasi tetapi akan sangat senang untuk melihat bekerja dalam bentuk buku, Dazzleprinting.com dapat membantu Anda melihat impian Anda datang ke hidup. Menulis buku adalah sebuah prestasi sangat sedikit orang dicapai. Menulis buku yang Anda ingin orang lain membaca merupakan prestasi bahkan lebih besar. Setelah Anda memutuskan bahwa Anda ingin ia cetak, Anda mungkin menemukan bahwa locating sebuah perusahaan percetakan mampu mencetak beberapa salinan dan biaya Anda tidak berlebihan, hampir dari keterlaluan. Sampai Anda menemukan yang Dazzleprinting.com. Dazzleprinting.com mampu mencetak pesanan jumlah kecil dan biaya yang sesuai.
Authoring memoires Anda sendiri atau Anda sendiri penning cerita pendek terkesan seperti novel dan gagasan Anda selalu dilakukan sebagai cara untuk bersantai. Tetapi karena Anda telah membaca kembali hal-hal yang telah Anda tertulis Anda memutuskan bahwa Anda benar-benar adalah baik dan penulis yang ingin menerbitkan buku Anda tapi tidak tahu bagaimana, atau mungkin anda tidak ingin berurusan dengan keterbukaan dan kemungkinan penolakan dari penerbit. Anda tahu dan mengerti internet anda dapat pasar Anda sendiri buku, semua yang benar-benar Anda butuhkan adalah sebuah perusahaan yang dapat diandalkan rendah biaya pencetakan buku. Dazzleprinting.com tidak hanya dapat membantu Anda mencetak dan menjilid buku Anda, tetapi mereka akan membantu anda bekerja dengan desain juga. Dazzleprinting.com adalah tempat untuk mencari semua kebutuhan anda cetak dari buku, buku-buku dan katalog, untuk brosur, kartu nama, majalah, dan banyak lagi.
Pasal Sumber: http://www.articlesnatch.com
Tentang Pengarang:
Hari ini kita hidup di dunia yang tidak " 't menunggu untuk orang lain"' s persetujuan. Kami don "t like the answer, kami tetap meminta sampai kita" kembali puas, jika seseorang tidak memberitahu kita, apa yang kita ucapkan dan kita melanjutkan. Yang sama datang ke buku cetak (http://www.dazzleprinting.com/category). Tegan Dawn saya dan saya berkata jika anda memiliki sesuatu untuk berkata dan ingin berbagi, selain tentu saja dilakukan. Maybe you don "t sudah cukup untuk mengisi buku; Dazzleprinting.com yang mampu mencetak buku-buku juga. Apapun berbagi kata-kata!
Tag: menulis dan berbicara, buku-pemasaran, pencetakan buku, pencetakan buku
Nah, langkah pengaturan halaman dan pencetakannya sebagai berikut:
Pengaturan halaman
1. File>Page Setup>Margin
Pada bagian Pages, pilih Mirror margins>OK
File>Page Setup>Paper . Ubah panjang dan lebar kertas untuk ukuran setengah halaman F4 (folio); Width = 16,5 cm Height = 21,5 cm> OK
Atur penomoran halaman; insert>page number>OK
2. Permanis dengan page border; Format>border and shading>page border>Art; klik pada drobdown menunya, pilih salah satu jenis border.>OK
Cara Pencetakan
1. Mencetak dokumen. File>print>
Atur bagian pages per sheet menjadi ; 2 pages, dan atur bagian scale to paper size menjadi ; F4
2. OK
Setelah ini, maka komputer akan memerintahkan printer untuk mencetak dokumen kita ke dalam satu lembar F4 (folio) yang berisi masing-masing 2 halaman. Demikianlah…semoga pengalaman ini berguna bagi siapa pun yang ingin membuat buku sendiri.
Oleh: Tegan Dawn
Selasa, 03 November 2009
BEKERJA DENGAN MENULIS - WRITING JOB
Aturan Pertama Untuk Menulis
oleh AS Laksana
“Pembaca yang baik memiliki imajinasi, ingatan, kosa kata, dan sejumlah kepekaan artistik.”
- Vladimir Nabokov
Apakah anda ingin tahu bagaimana sebuah novel bisa menjadi best-seller? Bacalah novel-novel best-seller, anda akan segera tahu. Apakah anda ingin tahu cerita seperti apa yang mendapatkan pujian dari banyak orang? Bacalah cerita yang dipuji-puji oleh banyak orang. Seorang penulis menyerap pengetahuan dari berbagai sumber dan sumber yang sangat penting adalah buku-buku yang telah ditulis oleh para pendahulu kita. Dari mereka, orang-orang yang lebih dulu menulis, kita belajar banyak hal.
Pikiran anda, sumber kekuatan imajinasi anda,
Makanan bagi pikiran anda, jika anda ingin menceburkan diri di dunia penulisan, baik sebagai pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama, adalah bacaan. Buku-buku yang ditulis oleh orang lain posisinya sama dengan berbagai jenis makanan yang diperlukan oleh perut anda. Novel-novel orang lain sama seperti pertandingan catur yang sudah dimainkan.
Dari bacaan, anda bisa mendapatkan gizi yang baik bagi pikiran anda. Dari bacaan anda bisa mengenali strategi-strategi literer dan langkah-langkah yang dilakukan oleh seorang penulis untuk menggarap bahan yang ada padanya: bagaimana ia menata kalimat, bagaimana ia membangun plot, bagaimana ia memperkuat mood, bagaimana ia menyampaikan narasi, bagaimana ia memanfaatkan metafora, dan sebagainya.
Seorang pendekat silat “membaca” ilmu lawan-lawannya untu menciptakan jurus baru yang kehebatannya bisa menandingi jurus ampuh lawan-lawannya. Lebih dari itu, di luar soal kalah-mengalahkan, membaca karya orang lain sudah selayaknya anda lakukan. Saya ingin tegas menyatakan bahwa anda harus membaca karya orang lain, namun itu pada akhirnya terserah pada anda.
Anda boleh saja bersikukuh tidak mau membaca buku-buku yang sudah ditulis oleh orang lain, sebab anda tidak ingin terpengaruh. Jika sampai ada secuil pengaruh yang menyusup di batok kepala anda, maka hal itu akan membuat anda menyesal seumur hidup karena itu akan menyebabkan karya anda tidak orisinil sama sekali. Saya tidak bisa apa-apa dengan keyakinan seperti itu. Hanya menurut saya, apa pun dalihnya, itu adalah pendirian yang sangat egoistis.
Etika pergaulan menyarankan: “perlakukan orang lain sama seperti anda ingin diperlakukan oleh orang lain.” Hormati orang lain jika anda ingin orang lain menghormati anda. Mulailah dari diri anda, dan jangan menuntut orang lain melakukan apa yang tidak anda lakukan. Jadi, baca buku-buku orang lain jika anda ingin buku anda dibaca oleh orang lain. Mulailah dari anda.
Selebihnya, saya tidak pernah menganggap bahwa menulis itu berbeda dari keterampilan-keterampilan lain. Anda akan mendapatkan nilai A ada pelajaran apa pun ketika anda mau belajar dan menguasai bahan yang anda pelajari. Anda akan menjadi terampil jika memiliki ketekunan dan kemauan. Anda akan menjadi lebih matang jika anda memiliki pengalaman yang luas dan mampu menemukan ilham-ilham terbaik dari keluasan pengalaman anda. Dan seorang penulis fiksi selalu hidup dalam dua dunia, yakni dunia nyata dan dunia yang diciptakan, dunia yang hadir dalam bentuk fiksi yang anda tulis atau ditulis oleh orang lain. Dari kedua dunia itulah anda menangguk pengalaman.
oleh AS Laksana.
Cari Uang Tambahan Dengan Cara Menulis
http://blog.keuanganpribadi.com/
Problem klasik dalam pengelolaan keuangan adalah “rasanya pendapatan tidak pernah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan”. Tidak ada salahnya kita mencari pendapatan tambahan untuk membeli barang-barang yang kita inginkan. Caranya? Ada banyak caranya, namun dalam kesempatan ini saya akan fokus membahas mengenai mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara Menulis.
Pendapatan yang kita terima dari hasil karya tulisan kita sifatnya residual. Artinya? Pekerjaan menulis hanya kita lakukan satu kali saja, kemudian kita akan menerima penghasilan terus-menerus secara berkala. Contoh nyatanya adalah apabila kita menulis buku. Kita cukup menulis satu kali naskah buku kita, kemudian diserahkan ke penerbit seperti Elexmedia untuk dicetak. Setiap setengah tahun, Elexmedia akan membayar royalti ke kita sebesar 10% dari harga buku yang terjual pada periode tersebut (besarnya royalti berbeda-beda, tergantung dari kebijakan penerbit. Fasilitas yang disediakan oleh penerbit juga berbeda-beda).
Apabila buku Anda menjadi best seller, jumlah pendapatan akan lumayan loh. Apalagi kalau sampai dicetak ulang hingga berkali-kali. Kita asumsikan saja penerbit mencetak 5.000 buku per batch dengan harga Rp. 30.000,-. Dalam satu cetakan, Anda akan menerima:
= 5.000 x Rp. 30.000 x 10%
= Rp 15.000.000
Pendapatan ini akan dipotong pajak royalti sebesar 15%. Ini masih perhitungan untuk satu kali cetakan. Anda bisa melihat buku-buku best seller bisa dicetak ulang hingga 10 kali. Tentunya pendapatan royaltinya akan menjadi 10 kali lipat juga.
Jika Anda menginginkan royalti yang lebih besar terhadap tulisan Anda, Anda dapat menerbitkan sendiri buku Anda. Presentasi royalti yang akan Anda dapat dari buku akan jauh lebih besar. Namun repotnya juga lebih banyak. Bahkan ada kemungkinan Anda perlu mengeluarkan modal sendiri untuk biaya mencetak buku. Kemudian Anda juga harus mengatur cara mendistribusikan buku Anda ke toko-toko buku.
Selain menggunakan jalur biasa (buku dalam bentuk fisik), Anda juga dapat menggunakan internet untuk mencari pendapatan dengan cara menulis. Saya sendiri sudah mencoba cara ini. Saya menuliskan satu buah buku yang kemudian di-compile menjadi ebook dan dijual melalui internet. Anda dapat melihat situs www.KeuanganPribadi.com sebagai contoh nyatanya. Untuk menjual ebook di internet, Anda memerlukan beberapa keahlian seperti membuat situs, dan internet marketing.
Sekarang sedang populer istilah “blog”, yaitu fasilitas di internet yang memungkinkan Anda untuk menuliskan artikel-artikel dalam situs khusus milik Anda. Dan lebih enaknya lagi, situs ini bisa Anda peroleh secara gratis di www.blogger.com, www.multiply.com, www.wordpress.com dan masih banyak lagi. Selain gratis, mereka juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang dengan gampang dapat langsung Anda gunakan, seperti foto album, feedback dalam bentuk komentar, dan lain-lain. Nantinya setelah blog Anda sudah ramai dikunjungi orang, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari iklan-iklan yang dipasang pada blog Anda. Ada banyak engine untuk periklanan seperti Google Adsense, Adbrite, Widgetbucks, program affiliate, dan lain-lain. Sekarang saya sedang memperkenalkan engine iklan baru, yaitu www.KlikSaya.com untuk membantu para blogger mendapatkan penghasilan tambahan dari blognya.
Dan yang menariknya lagi, pekerjaan menulis dapat Anda lakukan dimana saja. Waktunya juga bisa dilakukan kapan saja, tidak harus pada jam kantor. Ini adalah pekerjaan yang fleksibel. Topik tulisan Anda juga bermacam-macam, mulai dari cerita harian, motivasi, bisnis, fashion, musik, film, artis, dan masih banyak lagi. Apapun yang Anda inginkan dapat Anda tuangkan dalam bentuk tulisan.
Kemampuan untuk menulis dapat dilatih, asalkan Anda memiliki motivasi untuk melakukannya. Jadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara menulis ini terbuka untuk siapa saja. Termasuk Anda
http://blog.keuanganpribadi.com/
Selasa, 27 Oktober 2009
PUISI SOSIAL - SOSIALIST POEMS
SAAT KAIL MENYENTUH SAMUDRA
Deburan ombak adalah musik merdu yang sangat dia rindukan untuk didengar
Bersentuhan untaian air asin itu dengan ujung perahu yang membawanya
Buih terlepas seperti sekumpulan kelelawar menyentak dari guanya ramai dan bingar
Tak sabar inginnya sampai ke tempat yang penuh ikan yang tersambut dengan jala dan kailnya
Hidupnya adalah air laut dan keluarganya, bergelut dan bertaruh
Tidak pernah gentar dia tuk mengarunginya, mencari rejeki demi keluarga di darat sana
Disaat semua orang terlelap pulas disaat itu pulalah samudra diterpanya demi sebuah tujuan pasti
Memberikan harapan tuk bisa melanjutkan hidup meski seberat apapun alam memberikan geliatnya
Dia yakin Tuhan Maha Adil lagi Peyanyang pada umatnya
Dia yakin Tuhan memberikan segala apa yang umatnya usahakan
Dia yakin Tuhan tidak membiarkan perut ciptaanNya kosong bila kita meraihnya
Dan dia yakin alam diciptakan bagi manusia untuk memenuhi segala apa yang dibutuhkan
Kadang alam tidak bersahabat hingga sedikit hasil yang kubawa
Tapi dia tidak pernah kehilangan asa karna alam terlalu kaya untuk kehabisan isinya
Kesabaran yang harus dia tempa meyadarkan bathinnya untuk selalu berusaha
Sedikit atau banyak semuanya disyukurinya karna inilah rejeki yang patut dia terima
Bersyukur dia bisa menjadi penjelajah samudra
Mengenal kebesaran ciptaanNya dan menikmati karuniaNya
Bersyukur dia padaNya karna diberinya kesempatan untuk melakukan yang dia bisa
Manusia hanya bisa berencana, dan Yang Maha Penciptalah yang menentukan segalanya.
Takkan urung langkahnya untuk mencari ridho yang terwajibkan padanya
Takkan surut niatnya untuk mengarungi apa yang telah terlanjur terjalankan
Dia lalui hidupnya karna kuasa dan perintah penciptanya
Dia pasrahkan semua hidupnya karna percaya Tuhan memperhatiakn apa yang tlah dia kerjakan
Dia nelayan yang sampai rentahpun akan bergelut dengan jala dan kail bagai kursi sandaran
Menyibak misteri samudra nan terbentang dan penuh tantangan yang tak pernah dia tahu
Dia nelayan yang mempertaruhkan hidupnya pada samudra luas membentang tanpa batasan
Panas, dingin dan basah adalah sahabat sejatinya yang menemaninya mengarungi lembaran air nan biru.
By. Irawan
BELERANG DIPANGGULNYA
Mampukah dia menjalaninya, bisakah dia melaluinya
Setiap hari keraguan yang terpatahkan oleh semangatnya tertanam dalam pikirannya
Akankah dia meraih hasil ditengah menanjaknya tanah yang harus dijamahnya
Kebiasaan yang tak bisa diabayangkan kapan berakhirnya seiring tegar tubuhnya
Alas tebal seadanya seakan percuma karna kerikil tajam masih terasa di telapak kakinya
Berat dia angkat langkah demi langkah menyusuri jalan yang semakin meninggi
Dia hela nafas sesaat sampai di puncak tertinggi karna saat kembali lebih berat dari keberangkatannya
Bahunya mengeras karna terbiasa tergayut bambu yang terbebani belerang yang tersusun tinggi
Asap panas dari mulut kawah menyapa perih mata dan kulitnya yang kering dan berdebu
Air mata selalu keluar membasahi matanya tuk menyejukkan mata itu dari sentuhan gumpalan putih yang menyakiti
Dia raih onggok demi onggok belerang denga nafas yang seringakli tertahan karna sesak dan ngilu
Dia tumpuk dalam dua keranjang yang akan segera dia papah keatas pinggiran kawah karna dadanya mulai tak tahan dan mendidih
Tulang dalam tubuhnya berusaha bertahan membawa beratnya beban menuruni terjalnya lereng gunung itu
Pelan-pelan dia langkahkan kakinya agar tak terjatuh isi dua keranjang tumpuhan hidupnya setiap hari
Sesekali dia berhenti untuk menata nafas yang tersengal dan tubuh yang dia paksa untuk tetap tegak berdiri tanpa keluh
Sesampainya dibawah dia harus kembali lagi, keatas dan turun berulang-ulang sampai batas kuat tubuhnya terhenti
Kadang dia berpikir bila gunung ini tidak tinggi
Kadang dia tak ingin kembali jikalau bukan karna tuk terus menyambung hidup ini
Kadang dia berharap bila belerang ada di dasar dan bukannya di puncak yang harus didaki
Dan sering dia berkhayal bahwa kawah itu indah, segar, sejuk, tidak berasap panas dan perih
Dia tidak peduli sampai habisnya keringatnya terperas jatuh menyirami jejak tapaknya
Karna gunung itulah hidupnya yang setiap hari harus dia taklukkan dengan semangatnya
Yang dia takuti hanya batas kekuatan tubuh dan nafasnya tuk mengiringi panggulan belerang kuningnya
Entah berapa ribuan kilo jarak yang pernah dijajaki selama dia menekuni pekerjaan yang terlanjur menyatu dalam hidupnya
Entah ..dan entah karna dia sudah tidak peduli lagi..
Entah ..dan.. entah,.. karna inilah jalan yang harus dia lalui
Baginya, gunung adalah dunia yang berbaik hati padanya
Baginya, gunung adalah harta dari Tuhan yang harus direngkuh meski dengan curahan peluhnya
By. Irawan.
LANTUNAN PENGAMEN KECIL
Kaki kecilnya seakan tlah hafal dengan celah dan ruang di tengah jalan
Kadang terlihat berlari, terhenti, bergerak dan sesekali berjalan pelan
Dia ada dari bayangan tubuhnya yang memanjang ke barat hingga ke timur
Keringat yang selalu membasahi kulitnya tak akan pernah bisa membuat warna hitamnya luntur
Nyaring dan lantang lagu yang jarang berubah keluar dari mulut kecilnya
Wajah kecil tanpa dosa itu berharap satu arti, semoga seseorang membeli lantunannya
Dia akan terus bernyanyi hingga sang penikmat menolak atau memberinya
Terulurlah tangannya bila dia berhasil meraih iba orang yang mendengar dendangannya
Apakah hanya itu dunia yang dia miliki
Dunia yang keras, terik, hingar dan menakutkan
Butuh seribu keberanian saat dia terbangun dan melangkah setiap hari
Dan sering tertanam kekecewaan saat dia pulang dengan sedikit penghasilan
Berkali-kali pilu hatinya saat melihat sosok sebaya berseragam sekolah
Dia selalu ragu, gundah dan resah, apakah masih ada cita-cita yang bisa dia tuju
Makan saja susah, yang dia harapkan mungkin hanya suatu keajaiban yang datangnya tiba-tiba
Saat sosok sebaya itu menatapnya, dia tegar berdiri, tapi sebenarnya hatinya perih dan matanya malu
Anak sekecil itu menjalani kehidupan yang belum tentu orang dewasapun bisa
Anak sekecil itu berkelit di keramaian jalanan kota, mencari rejeki lewat alunan lagu dari mulut kecilnya
Dia lebih berani dari beberapa pengecut dewasa yang hidup dari tedeng ketiak orang tua mereka
Dia telah bangga dengan menorehkan sejarah hidupnya, menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya.
Dia lebih berarti dari mereka-mereka yang berdasi, karna disetiap detik hidupnya penuh arti dan makna yang hanya dia sendiri yang mengerti
Selamat berjuang sahabat kecilku, karna bumi selalu mengagumimu, dan karna orang-orang sepertimulah yang membuat tanah bulat ini selalu bisa berputar diporosnya dan tak pernah terhenti.
By. Irawan http://kreatifkerja.blogspot.com/
Jumat, 16 Oktober 2009
PUISI HATI - POEMS 1

SEMOGA BAIK-BAIK SAJA
Sedikit tersisa karna dia sebenarnya dia
Sedikit tersimpan karna amanah hati manusia
Sedikit tersisa karna tidak rela
Sedikit harapan karna sebuah asa
Dari jauh dan semakin jauh
Dari kekhawatiran dan semakin tidak tau
Dari do’a dan semakin yang tidak pernah jenuh
Dari hati yang sering tak terbaca karna diam meski berkeluh
Semoga dia mengerti bahwa dia layak mendapatkan yang terbaik
dengan siapapun itu
Semoga dia mengerti memang dia harus dihormati
oleh siapapun itu
Semoga dia mengerti memang dia tidak patut dibohongi
karna apapun itu
Semoga dia mengerti dia memang seorang dewi
saat perasaannya terbias di matanya yang sayu
Bukan karna harta, rupa, kuasa….tapi karna sayang yang baik
Karna sesuatu yang bisa membuat dia yakin melalui hidup yang
semakin berat ini
Karna sesuatu yang membuat dia yakin akan segala-galanya
Karna dia pantas mendapatkan surganya
Karna dia memang dilahirkan dari orang-orang yang layak di-
hormati yang tidak layak untuk dibohongi, dipermainkan, diinjak-injak
dimanfaatkan,..karna mereka selalu ada di hati SANG PENCIPTA
Karna sebenarnya dia Baik, lebih baik dan selalu Baik dan bisa membuat orang yang dekat dengannya menjadi baik..
Semoga dia selalu bahagia dan baik-baik saja…..semoga dengan cinta
By.Irwn.
Tentang Niatku
Aku mencintaimu tercampur dengan jiwa yang menyayangimu
Aku mengkhawatirkanmu terbalut rasa terimakasihku
Tidak taukah kamu bahwa aku berani lebih hidup karna ada cintamu
Tidak mengertikah kamu, bahwa suaramu adalah lagu pembelai terkatupnya mataku
Tidak terasakah kamu bahwa tingkahmu adalah angin yang membangunkan lelapku
Kadang aku tidak percaya kenapa cinta ini semakin bertambah
Kadang aku merasa semua kata terlalu sedikit tuk menguraikannya
Kadang aku ragu mampukah diriku tuk tidak mengingatmu sedetik saja
Kadang aku pasrah saat tatapan mesramu dan lambaian tanganmu memisahkan kita tuk sementara
Kadang aku kecewa saat aku terlanjur berbuat salah
Dan Sering aku takut apakah kebahagiaan ini untuk selamanya
Aku benci dengan kisah perpisahan
Aku muak dengan segala pertengkaran
Aku marah karna belum bisa memberikanmu janji yang tersumpahkan
Aku tidak pernah mengerti kenapa tercipta waktu
Aku hanya ingin yang terbaik buatmu
Aku hanya ingin mengisi hariku dengan senyummu
Terimakasih karna kau sudi menemaniku
Terimakasih karna kau tlah mendewasakanku
Terimakasih karna kau membuat aku lebih mengenal diriku
Terimakasih karna kau telah memaafkan semua salahku
Terimakasih karna kamu telah menjaga cinta ini tetap suci tak ternodai
Terimakasih karna kau telah menuntun egoku dengan kasih
Terimakasih kau lebih dulu menyapaku saat aku mulai tidak mengerti
Apapun yang terjadi kamu layak mendapatkan yang terbaik meski bukan denganku
Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melupakanmu meski raga kita tlah jauh
Apapun yang terjadi kebahagiaan hidupku adalah saat aku bersamamu
Apapun yang terjadi aku tetap menemanimu meski hanya dengan jiwaku
Apapun yang terjadi akan kucari dirimu saat kamu sendiri dan membutuhkanku
Karna kau pernah menjaga kesucian cinta kita dan itu sangat berarti dalam hidupku
Kau membuat aku lebih dekat dengaNYA , dan itu anugrah tanpa batasan waktu
Terimaakasih cintaku, jika takdirku bersamamu akan kujaga kamu sampai matiku
By. Irwn.
DALAM KEDIPAN MATANYA
Bumi boleh marah, menggelegar, menggeliat, meronta-ronta
Manusia boleh berteriak, menghardik, memekikkan semua kebenaran
Kukedepankan langkah ini tuk tetap mencari kisah yang baru saja menjadi cerita
Kubungkus hati ini dengan sutra berdarah agar namamu saja yang slalu terpahatkan
Niat ini kumulai dengan kerendahan hati dan ketulusan pengorbanan
Hasrat ini kugenggam karna aku memahaminya lebih dari dia sendiri
Bukan salah dia menjadi seperti itu, tapi karna kepolosan yang telah termanfaatkan
Dia bunga terindah dan wangi, tanpa cahaya yang membuatnya mengerti
Dicobanya segala sesuatu yang membuatnya tahu, tapi selalu tidak bisa dan jatuh
Dikoyaknya hatinya tuk membaca apa yang sedang terjadi, tapi selalu hampa
Disiksanya sendiri raganya berkali-kali tuk mencari kebenaran hidupnya, tapi semakin membuatnya bingung dengan luka yang membiru
Ditutupinya telinga dan matanya, tapi kebimbangan bertambah menerpa perasaannya
Aku mencintainya karna dia lebih terhormat dari yang dia sendiri rasa
Aku menyukainya karna keindahan yang selalu tertutup ketakutan yang ada pada dirinya sendiri
Aku menyayanginya karna aku membenci sesuatu kisah yang teramat tega merusak kebenaran nuraninya
Aku selalu merindukannya karna gundahku bila tak melihat senyumnya yang sering tertahan ketidakpercayaan dirinya
Aku percaya padanya karna resah yang terlukiskan dalam matanya
Aku percaya padanya dari rengkuhan matanya yang selalu mencari-cari siapa yang bisa dia percaya
Aku percaya padanya saat beningnya air menetes dar matanya memuntahkan kebenaran yang terperihkan
Aku tidak pernah kehabisan cinta yang terpercaya padanya saat dia mengedipkan mata indahnya
Dia adalah cinta terbesarku di dunia karena kedipan matanya yang membuaiku selama-lamanya
Kedipan matanya adalah cahaya kehangatan bagiku tuk selalu lebih mencintainya
By. Irwn.
KUTERIAKKAN KE JENDELAMU
Kau tidak akan bisa jelas melihat diriku
Kau hanya bisa mendengar suaraku
Karena memang dari jauh kuteriakkan kata-kataku
Karena dirimu semakin ayu terbingkai jendela kamarmu
Tahukah kau bagaimana aku bisa kesini, memaksa raga ini untuk menuruti nurani
Kukumpulkan lembar demi lembar keberanianku untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi
Tahukah kau betapa keluh rahang ini tuk mengatakan bait-bait yang tersimpan di hati
Kutata tubuh ini sedemikian, kutegakkan kepalaku sedemikian, hanya untuk menikmati pesona dirimu meski malam menyelimuti
Inilah suaraku yang paling lantang tuk menembus benteng cinta termegah yang pernah ada
Kadang aku berharap jalan ini kulipat untuk bisa dekat dengan apa yang kupuja
Dirimu dijendela yang sesekali tertutup tarian dedaunan membuatku semakin penasaran dan ternganga
Tidak perlu kau tau siapa aku, tapi mengertilah desiran hangat suaraku yang tersimpan lama
Aku benci dirimu karma kau terlalu anggun tuk bisa kusibakkan dari setiap ingatanku
Aku iri dangan tembok kamarmu karna setiap hari bisa menamanimu
Aku muak dengan tingkahmu yang selalu membuai bola mataku tuk terus menatapmu
Aku jengah mendengar ocehanmu yang begitu merdu hingga telingaku selalu rindu akan suaramu
Haii… kamar yang membungkusmu, retakkan tembokmu, seret dia tuk dekat denganku
Haii.. dunia yang kau pijak, kerutkan tanahmu, papah dia kearahku
Aku tidak percaya telah menemukanmu, seperti aku tidak percaya ada mahluk sebaik dirimu
Banyak yang lebih cantik, lebih indah darimu, tapi hati ini jujur tlah percaya terpagut pada hanya dirimu
Sebenarnya pelangipun ingin hadir malam ini tuk mencoba menarik perhatianmu
Karna dia tidak percaya benarkah gerakmu lebih indah dari lengkungan warna-warninya
Sebenarnya embunpun ingin menempel di jendelamu hanya untuk melihatmu
Karna dia tidak yakin benarkah tatapan matamu lebih bening dari titik airnya
Sungguh pelangi dan embun tertunduk malu karma memang semua ada pada dirimu
Sungguh bodoh laki-laki yang tidak tau, bahwa tidak ada yang membosankan pada dirimu
Dan sungguh tidak tau malu diriku karna berani mencintaimu
Dan sungguh bersyukur aku bila hidupku selamanya tertemani olehmu
By. Irawansaja