Tampilkan postingan dengan label Tanaman - Hewan - Artikel - Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman - Hewan - Artikel - Wacana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Cara Memperbanyak/membudidayakan bunga Samia Variegata.


Cara Memperbanyak/membudidayakan bunga Samia Variegata.

Untuk memperbanyak/membudidayakan/mengembangbiakkan bunga Samia ( jenis bunga daun), baik itu yang berjenis samia biasa ( warna daun hijau ) ataupun yang variegate

( kombinasi warna daun hijau, putih dan kuning ) dapat dilakukan dengan langkah-langkah sbb :

  • Siapkan media tanam dalam pot ukuran sedang atau kecil yang terdiri dari campuran tanah 50%, potongan pakis 30% dan pasir 20%. Usahakan media tanam harus gembur.
  • Ambilah satu atau dua helai daun (leaf) dari bunga samia yang telah besar atau indukan. Usahakan daun yang dijadikan bibit tersebut adalah daun yang tumbuh di pangkal, bukan yang di tunas atau masih muda.( untuk pertama kali mencoba sebaiknya menanam dengan satu atau dua helai daun saja ).

  • Masukkan sehelai daun tersebut ke pot yang telah dipersiapkan dan tanamkan hingga 1/4 bagian daun ternanam di dalam tanahnya. Basahi tanah secukupnya ( jangan terlalu basah/becek), dan taruhlah di tempat yang teduh dan aman dari sentuhan ( tidak tergoyang-goyang). Basahilah 2 hari sekali.
  • Biarkan selama 3 minggu s/d 1 bulan, bila tidak layu berarti kemungkinan besar daun tersebut sudah tumbug umbi kecilnya di dalam media tanam.
  • Setelah melewati masa kritis selama 1 bulan lebih daun akan layu atau mengecil, itu berarti proses pembesaran umbi telah berlangsung di dalam media tanam.
  • Bila dari umbi tersebut telah tumbuh tunas dan 2 daun kecilnya ( seperti kecambah ) biarkan di tempat teduh. Dan bila telah tumbuh 4 daun kecilnya letakkan di tempat yang terkena sinar matahari di pagi hari 1-2 jam. Untuk mempercepat proses pertumbuhannya berilah pupuk organic/pupuk dari kotoran hewan yang telah dikeringkan. Kesabaran, ketelatenan dan doa adalah modal penunjang kesuksesan pembudidayaan bunga samia.

Selamat mencoba dan semoga sukses menjadi pengusaha Flower breeding.

By. Irawan.

Readmore »»

Jumat, 13 November 2009

Katalog Bunga Kaktus


Katalog Bunga Kaktus Unic, Langka Dan Indah

Readmore »»

Katalog Bunga Sansivera



















Katalog Bunga Sansivera Unic, Langka dan Indah




Readmore »»

Kamis, 12 November 2009

Birds Worlds

Black-faced Cuckoo shrike
Black-faced Cuckoo-shrikes memiliki wajah dan leher hitam, biru-abu-abu ke belakang, sayap dan ekor, dan putih underparts. Mereka ramping, menarik burung. Panggilan yang paling sering terdengar adalah churring lembut, seringkali digambarkan sebagai warbling "creearck". Ukuran tubuhnya bisa mencapai 32-34 cm.
Burung muda mirip dengan orang dewasa, kecuali masker wajah hitam dikurangi menjadi garis mata. Burung ini bisa jadi bingung dengan White-bellied Cuckoo-shrike, Coracina papuenis, yang juga memiliki garis mata hitam.
Habitat hidupnya di hampir semua habitat berhutan, dengan

pengecualian hutan hujan. Hal ini juga dikenal di banyak daerah pinggiran kota, di mana burung sering terlihat bertengger di atas kepala kabel atau antena televisi. Di luar musim kawin hidup berkelompok sampai ratusan ekor dalam 1 kelompok.
Beberapa burung juga bermigrasi ke utara.
Makanan: Black-faced Cuckoo-shrikes memakan serangga dan invertebrata lain.Selain serangga, beberapa buah-buahan dan biji juga dimakan.
Pembiakan: The Black-faced Cuckoo-shrike breeds terutama dari Agustus-Februari setiap tahun. Sarang sangat kecil untuk ukuran burung. Kedua pasangan membangun sarang dan merawat burung-burung muda, yang meninggalkan sarang setelah sekitar tiga minggu menetas.
Black-faced Cuckoo-shrikes dapat kembali pasangan dengan pasangan yang sama setiap tahun, dan dapat menggunakan wilayah yang sama dari tahun ke tahun.
Blue faced Honeyeater
Burung ini bisa ditemukan di semak-semak maupun di kota, di Utara dan Timur Australia, juga selatan New Guinea. . Ia tumbuh sehingga 26cm. Burung dewasa mempunyai kulit biru khas patch di sekitar mata mereka, dengan kepala hitam dan tenggorokan. Bagian bawah bodi mobil yang putih. Habitat: The Blue biasa hidup di eucalypt terbuka hutan, pohon-pohon di sepanjang aliran air, perkebunan, rumpun pohon-pohon di sekitar lahan pertanian, kebun dan taman di pinggiran kota.
Food: The Blue mempunyai paruh Honey Eater dibentuk berfungsi untuk minum nektar dari bunga seperti pakis-berdaun grevillea, Grevillea pteridifolia. Mereka juga memakan serangga, dan buah.
Pembiakan: Bertelur dari bulan Juni sampai bulan Januari. Mereka sering menggunakan sarang burung lain yang tidak terpakai misalnya Bab-blers.
Brown Cuckoo-DOVE
Nama umum lain: merpati Brown, unggas merpati, cockoo burung merpati.
Ukuran: Panjang – 43cm
Warnanya cokelat, ekor sangat panjang dan sayap pendek.
Distribusi: Ditemukan di seluruh hutan hujan.Disemak-semak dan di rerimbunan daun di tanah. Terletak di timur Australia.
Habitat: Tinggal di hutan hujan, lulur dan daerah pertumbuhan kembali hutan tropis.
Pemakan buah berry.
Breeding / bersarang: Bersarang di dahan yang rendah dan terbuat dari ranting-ranting kecil. Burung ini jarang terbang dengan perjalanan jauh dan biasanya terbang cukup rendah ke tanah. http://www.fauna.com.au/web_pages/animals/birds/brown_cuckoo_dove.html

Readmore »»

Rabu, 28 Oktober 2009

WILD ANIMALS 1

HIU Menutup Mata Saat Melahap Mangsanya.
Semua jenis hiu pemakan daging sering menutup matanya saat menggigit mangsanya, hal ini di lakukan untuk melindungi bagian indera terlemahnya, yaitu matanya. Karena sepihan atau bagian-bagian tubuh mangsanya bisa melukiai matanya.
(Dari berbagai narasumber)

CHEETAH Pelari Cepat Jarak Pendek.
Cheetah binatang pemangsa keluarga kucing ini mempunyai kecepatan lari yang begitu cepat dalam memburu mangsanya. Kecepatan larinya bisa mencapai 80 – 90an km/jam. Namun dia hanya mampu berlari secepat itu dalam jarak pendek kira-kira sekitar 100-200an meter, Karena saat berlari secepat itu suhu tubuhnya akan meningkat secara drastis, dan dia

harus berhenti untuk segera menurunkan suhu tubuhnya meski kadang harus melepas buruannya.
(Dari berbagai narasumber)

Mengapa Ular COBRA Mempunyai Julukan King Cobra?
Ular Cobra dijuluki King Cobra karena beberapa alasan, diantaranya adalah pada saat berdiri menghadapai bahaya dia akan mengembangkan kulitnya pada bagian kanan kiri di belakang kepalanya hingga terlihat mirip seperti mahkota, dan juga Ular Cobra suka memangsa jenis-jenis ular lainnya.
(Dari berbagai narasumber)

KOMODO Memburu Mangsanya.
Komodo menggunakan teknik khusus dalam memburu mangsanya, khususnya untuk buruan yang berukuran besar. Yaitu dengan cara melukai mangsanya dan membiarkan mangsanya untuk pergi. Komodo melakukannya dengan cara menggigit satu atau dua kali kaki atau bagian tubuh yang lain dari mangsanya kemudian membiarkan mangsanya berlalu pergi. Sebenarnya Komodo telah meninggalkan berjuta-juta bakteri pembusuk yang sangat ganas pada bekas-bekas luka gigitannya tadi yang dia berikan melalui air liur dan gigi-giginya. Komodo terus akan mengikuti mangsa yang telah terluka tersebut meski sampai 1 atau 2 hari, karena setelah bakteri-bakteri itu menyebar dan berkembang biak akan dengan sendirinya melemahkan dan melumpuhkan mangsanya, dan saat itulah Komodo kembali memangsa buruan lamanya tersebut.
(Dari berbagai narasumber) http://kreatifkerja.blogspot.com/




Readmore »»

BURUNG - BIRDS 1

Burung Noisy Minor
Terdapat di Autralia bagian utara Quensland, Autralia utara dan Tansmania. Ukuran dewasa panjangnya sekitar 28 cm. Warna bulunya dominan abu-abu dan sedikit hitam pada ujung sayap dan leher. Berkembang biak pada bulan Juli – September. Betina dan jantan bergantian mengerami telurnya, dan makanannya adalah serbuk sari, buah-buahan kecil dan insects. Burung Noisy Minor tergolong burung yang agresif. www.fauna.com.au/

Burung Dollar
Hidup bermigrasi dari China, Jepang dan Singapore, makanannya adalah insect, dan suka bertengger di pohon-pohon tinggi yang terbuka, bahkan pada tiang-tiang listrik, mampu bertelur hingga 3-4 butir, dan menetaskan telur selama 17 -20 hari. Burung tersebut adalah penerbang yang gesit dan handal, mampu melakukan gerakan akrobatik.
www.fauna.com.au/

Burung Magpie.
Terdapat di hampir seluruh Australia, ada jenis Magpie punggung putih, punggung hitam dan punggung mottle. Magpie dewasa berukuran antara 38-44 cm. Hidup berkelompok yang terdiri dari 1 jantan dan 3-4 betina, dan mempunyai daerah kekuasaan seluas 10-20 hektar. Berkembang biak antara bulan Juli dan Februari, mampu bertelur hingga 3-5 butir dan menetas hingga 20 hari. Betina bertugas mengerami dan pejantannya menjaga sarang tersebut, makanan favoritnya adalah cacing tanah dan insetc.
www.fauna.com.au/

Merpati Crested.
Merpati Crested terdapat di Benua Autralia, berkembang biak antara bulan September sampai dengan Maret, hidup di daerah yang dekat dengan sumber mata air, memakan biji-bijian dan beberapa jenis insects, bertelur 2 butir dan menetas dalam waktu 3 minggu, dan anak-anak merpati tersebut meninggalkan sarangnya untuk mulai belajar hidup setelah 3 minggu hingga 1 bulan setelah menetas.
http://www.fauna.com.au/

Readmore »»

Senin, 24 Agustus 2009

MENANAM TANAMAN HIAS/BUNGA / FLOWER yang BERNILAI JUAL DI POJOK RUMAH (LAHAN yang TIDAK/KURANG TERMANFAATKAN) DENGAN MODAL KECIL



  • Sering kita dapati di halaman rumah kita terdapat lahan yang dipakai/ditanami oleh tanaman/bunga yang umum atau kurang memiliki nilai komersil, atau juga sering pada halaman rumah / our garden kita tersebut ada lahan yang tidak terpakai atau termanfaatkan. Dan teramat sayang bila kita tidak memanfaatkannya untuk sesuatu yang berguna dan menghasilkan nilai komersil.
    Suatu misal, di halaman ruamah kita, kita mempunyai sedikit lahan yang tidak/kurang trmanfaatkan seluas kira-kira 1x 2 m² untuk kita tanami atau kita rubah menjadi tempat untuk membudidayakan suatu jenis tanaman hias
    atau bunga, yang mana bentuk karakteristik tanaman tersebut tidak begitu besar dan mempunyai nilai jual/komersil / value yang lumayan. Sebagai contoh adalah tanaman hias/bunga jenis “sansivera”. Tanaman hias jenis ini tidak begitu memerlukan perawatan yang begitu intensif dan rumit, asal kita memahami saja dasar-dasar dari sifat pertumbuhan dari tanaman hias tersebut.
    Secara umum langkah-langkah untuk membuat atau menanam jenis bunga sansivera di lahan yang terbatas di halaman rumah kita adalah :
    1. Siapkanlah lahan yang akan dipakai, lebih tinggikan lahan tersebut dari permukaan tanah di sekitarnya kira-kira 20 s/d 25 cm. Dan media lahan tersebut terdiri dari 30% pasir, 50% tanah dan sisanya pupuk kandang atau humus (kondisi lahan harus tetap gembur). Dan di atas lahan buatlah tudung dari plastic berwarna gelap, yang tingginya kira-kira 1- 1,5 m dari permukaan lahan tersebut.
    2. Tanaman ini hanya sedikit memerlukan air, suasana atau kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya cenderung di iklim yang agak kering. Jadi saat musim kemarau siramilah tanaman tersebut 1 kali saja di siang atau sore hari (jangan terlalu basah), dan buatlah galian di sekitar lahan tersebut sebagai tempat aliran air saat musim hujan / rainy season.
    3. Pilihlah tanaman jenis sansivera yang tidak umum, dalam artian tidak mudah didapat Jadi kita usahakan menanam jenis sansivera yang unik dan agak/lumayan langka, karena jenis yang demikian ini akan mempunyai daya jual atau nilai komersil yang lebih baik, tentunya dengan konsekuensi sedikit lebih mahal. Kita tidak perlu membeli banyak sansivera, cukup 2 atau 3 saja.
    4. Tanamlah agak berjauhan, dan bila telah muncul tunas atau beranak, setelah 1-2 bulan pisahkan anakkan tersebut, begitu seterusnya.
    5. Selamat mencoba membudidayakan / breeding sansivera jenis unik dan menarik di halaman atau pojok rumah kita dan semoga bisa memberikan penghasilan tambahan bagi kita.
    By Irawan.

Readmore »»

Sabtu, 15 Agustus 2009

HOBI MENANGKAR BURUNG/UNGGAS / POULTRY


Sebenarnya hobi menanggkar burung/unggas bukanlah hanya sekedar hobi yang berbasic pada rasa kesukaan atau atau bisa dikatakan kekaguman untuk menikmati keunikan atau keindahan dari suara dan bentuk burung/unggas (satwa) tersebut saja, tapi juga bisa menjadi kegiatan yang menguntungkan dan mengandung value nominal/komersil bila ditekuni dan dikembangkan.
Kegiatan hobi seperti ini memang gampang-gampang susah. Gampangnya, kita hanya tinggal mengimplementasikan, menyesuaikan atau mengembalikan logika kehidupan alami ( di alam liar) dari suatu tiap jenis burung/unggas tersebut, dan susahnya, pertama bila tangkaran kita terjangkit penyakit atau terkena wabah penyakit.
Karena penyakit pada unggas biasanya gampang sekali menular pada burung/unggas-unggas yang lain dan yang kedua, untuk menangkar kita butuh tempat yang luas dan permanent, serta yang ketiga, kita harus sering melihat perkembangan tangkaran kita (minimal kita harus memperhatikannya tiap hari sekali).
Sebenarnya secara logika, suatu jenis burung/unggas bisa berkembang biak bila :
1. Ada pasangan yang sesuai dan cocok ( dalam masa reproduksi dan masa produktif).
2. Burung/unggas merasa familiar/wellcome dan merasa tenang atau cocok dengan tempat tanggakarannya ( ex : antara satu tangkaran dan tangkaran lainnya tidak bisa saling terlihat, terdapat air yang mengalir, dsb)
3. Selalu terpenuhi kebutuhan makanan dan minumannya. Mulai dari makanan-makanan / foods yang kaya kandungan proteinnya sampai pada benda yang membantu proses peleburan pencernaannya, sebagai misal kerikil-kerikil kecil.
Untuk mewujudkan 3 hal tersebut diatas, kita perlu dan harus banyak referensi dengan membaca mencari-cari wacana tentang dunia alami dari tiap burung atau unggas tersebut. Misalnya sebagi contoh jenis burung perkutut, untuk jenis burung ini mengharuskan kita untuk mengetahui bagaimana ekosistem yang cocok dan baik bagi jenis tersebut (yang tentunya bisa kita dapatkan dari buku-buku tentang kehidupan burung perkutut di alam liar) tentang bagaimana burung perkutut itu tiba masa untuk berbiak dan apa-apa yang dibutuhkan burung tersebut untuk mau berkembang biak. Tentunya pengetahuan / knowledge tersebut tidak lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan makanannya, model/bentuk sanggakarnya, sampai pada sifat/karakter jenis burung tersebut saat akan bertelur sampai saat setelah telur tersebut menetas dan bagaimana cara sepasang burung tersebut membesarkan anak-anaknya.
Dengan panduan atau tutorial kehidupan tiap jenis fauna/burung/unggas yang kita dapatkan dari buku-buku bacaan yang kita baca, akan membimbing kita untuk tidak salah langkah, dan bisa meminimal resiko kerugian nominal ( pemborosan dalam hal kekeliruan makanan, tempat tangkaran ataupun resiko penyakit), kita akan lebih bisa membuat suatu sarana dan prasarana tempat tanggakaran yang mirip atau hampir mempunyai kesamaan lingkungan, bentuk dan sifat seperti pada keadaan di alam bebas. Dengan nuansa yang memiliki kemiripan karakter lingkungan seperti aslinya / nature akan memungkinkan burung/unggas kita lebih cepat merasa nyaman dan berakibat bisa mempercepat masa reproduksi.
Semoga wacana sederhana tentang menangkar burung/unggas ini bisa memberikan sedikit tambahan resourses/sumber wacana dan materi bagi kita yang ingin atau telah hobi dengan dunia fauna khususnya burung/unggas.
By. Irawan.

Readmore »»