Tampilkan postingan dengan label Dunia Wanita - Pria - Wacana - Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Wanita - Pria - Wacana - Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

TAHAPAN UMUR MENENTUKAN KARAKTER WANITA DALAM MENCARI PASANGANNYA.

Seperti halnya laki-laki, wanita juga mengalami proses transisi masa umur, its mean dalam beberapa fase tingkatan umur menuju masa tua pada tiap fasenya, mereka akan mengalami perubahan kepribadian dan gaya hidup baik secara langsung ataupun tidak, dan baik mereka sadari ataupun tidak, dan implementasi penggunaan kepribadian tersebut bisa saling kembali tergunakan lagi pada beberapa fase berikutnya seiring bertambahnya pengalaman dan semakin meningginya wawasan kedewasaan mereka.

Fase pertama adalah fase pada masa umur belia atau remaja atau juga yang bahasa trendinya dikenal dengan masa ABG (anak baru gede). Biasanya fase ini berkisar pada umur 14 sampai dengan 19 tahun. Dalam masa ini. Seorang anak gadis, pada masa ini keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru sangatlah tinggi, karena mereka masih memiliki tingkat ketergantungan pada orangtua dan keluarga yang tinggi juga ( dalam artian, mereka masih merasa punya pembagian rasa tanggungjawab dengan keluarga meraka), memungkinkan mereka untuk berpikiran pendek dengan lebih mengesampingkan suatu akibat atau resiko.

Mereka masih mengedepankan basic bahwasannya waktu atau saat inilah masa petualangan mereka untuk mengetahui dan mengenal lawan jenisnya atau model gaya hidup terbaru yang terjadi dan akan terjadi pada masa mereka. Dan sisi negative kecenderungan seperti ini biasanya mengesampingkan pula kerasionalan dan logika, yang erat hubungannya dengan sesuatu yang tak terduga, di liuar control dan akibat yang permanent dan panjang. Kebebasan yang berlebihan menyebabkan mereka lebih berani untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya perlu dipikirkan lagi dan berulang kali untuk dipikirkan. Akibat dari kecenderungan tanpa logika dan tanpa berpikir lebih panjang, mereka lebih mudah untuk termanfaatkan dengan memberikan rasa percaya atau menanamkan perasaan percaya pada lawan jenis meraka yang sebenarnya mereka belum memahami arti sesungguhnya dari kata percaya tersebut. Dimasa atau fase umur inilah sebenarnya fase dimana bimbingan atau peranan orang tua harus lebih intens, dengan mengutamakan pendekatan yang fleksibel, normative dan masuk dalam alam dunia mereka. Orang tua mesti lebih low profile untuk mencoba membuka dan menguak segala apa keinginan dan harapan remaja pada fase tersebut. Sebagai misal dengan memberikan nasehat-nasehat pada kondisi yang penuh canda, atau bahkan mungkin dengan lebih memberikan pengertian bahwa apa-apa yang orangtua katakan bila difikirkan sebenarnya demi kepentingan dan kebaikan mereka, orang tua juga harus bisa memberikan gambaran sebab akibat dari suatu tindakan atau pola hidup yang akan diambil oleh putra-putri mereka. Tingkat keberhasilan mengarahkan perilaku dan pola pikir remaja pada fase tersebut sebenarnya sangat tergantung dari tauladan yang diberikan orang tua mereka. Contoh dan dasar pembentukan yang benar dan baik terletak pada keluarga dan tentunya tergantung dari apa yang mereka (putra-putri) kita lihat dan dengar dari orang tuanya. Hubungannya dengan proses pencarian pasangan hidup sebenarnya sangatlah sederhana, tetapi rentan dan penuh dengan resiko yang tak terbayangkan. Mereka pada fase tersebut sebenarnya lebih membutuhkan teman untuk mengisi waktu kesepian mereka, juga untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari lawan jenisnya. Fase ini penuh dengan ego jati diri. Tingkat nilai tawar bahwasannya mereka mempunyai sesuatu yang lebih dan waktu yang panjang sangat menentukan cara bagaimana mereka mendapatkan pasangannya. Keseriusan dari dasar suatu hubungan bukanlah titik tolak yang mereka gunakan, mereka lebih mencari bagaimana bisa memuaskan tingkat keingintahuan mereka yang tentunya tanpa pemikiran yang benar dan panjang. Dengan masih tingginya nilai tawar yang terdapat dalam diri remaja di fase ini membuat ego yang semakin meluap-luap dan tak terkendali, mereka berpikiran kebebasan adalah sandaran hidup dan jalan yang terbentang di depan mereka. Mereka bisa mempunyai beberapa pasangan atau dengan kata lain pula mereka bisa dengan mudah berganti-ganti pasangannya, dan dengan seperti itu membuat tingakatan kepuasan ego dan jati diri semu mereka mulai terpenuhi. Sebagian besar mereka tidak pernah berpikir bahwasannya semua hal buruk bisa terjadi tanpa sepengetahuan mereka dan lepas dari perhitungan mereka. Jika sesuatu hal yang buruk/ negative telah terjadi pada mereka, mereka biasanya lebih memilih bersikap diam, dan hal ini sangatlah merugikan mereka. Keterbatasan pikiran untuk menyelesaikan masalah dan pola hidup yang mereka miliki sering membuat mereka tambah salah untuk mementukan langkah selanjutnya dengan kata lain mereka akan membut kesalahan yang lebih besar lagi. Padahal bila dalam suatu keluarga terbiasa dengan proses keterbukaan yang baik dan tauladan yang baik pula dari orang tuanya akan membuat mereka lebih nyaman untuk mengeluh kesah akan segala persoalan yang terjadi pada diri mereka.

Fase kedua, adalah fase yang terjadi pada remaja yang berumur 20 tahun sampai 23 tahun. Bisa dikatakan bahwasannya jenjang umur pada fase tersebut merupakan fase penyesuaian diri dengan lingkungan, pergaulan dan cita-cita mereka. Gelombang kenyataan hidup yang mereka dapatkan bertubi-tubi menghampiri mereka, dan tingkat keraguan akan suatu pandangan hidup terjadi pada fase tersebut. Hubungan fase tersebut dengan proses pencarian pasangan hidup masih terpengaruhi oleh ego keakuan dan kemampuan mereka untuk meningkatkan nilai saing, baik secara fisik ataupun social dan pribadi mereka. Keegoan dalam fase ini lebih banyak terpengaruh oleh prinsip idealisme yang mereka punyai. Jika pada fase pertama mereka lebih mudah untuk melarikan diri dari suatu permasalahan hubungan dengan lawan jenisnya atau pasangannya, pada fase kedua ini, jika terjadi suatu kesalahan atau permasalahan dalam menjalin atau proses hubungan dengan pasangannya akan mereka terima dengan dasar pemikiran bahwasannya mereka mampu mengatasi dan merubah segala apa kesalahan yang terlanjur terjadi pada hubungan mereka. Mereka malu untuk mengakui bahwasannya hubungan yang mereka pilih adalah salah dan penuh ketidakbaikan pada diri mereka, idealisme bahwasannya mereka bisa semuanya berubah sesuai keinginan mereka sangatlah mereka percayai atau mereka terlalu berani untuk mengambil resiko bagi mereka sendiri. Jika mereka berpikir lebih baik dan panjang atau jika mereka mempunyai rasa idealis yang bertolak pada logika kebenaran dan kenyataan hidup, mereka masih mempunyai hak penuh untuk memilih sesuatu yang baik pada diri mereka, karena memang hidup adalah pilihan. Dan kemampuan tiap manusia adalah terbatas, keputusan untuk berubah dengan memilih yang terbaik dan terpercaya bagi mereka sebenarnya bisa dan menjadi hak bagi mereka, meskipun dengan keputusan tersebut sesuatu yang pahit dan menyakitkan untuk masa itu harus mereka terima, tetapi sebenarnya bila kita berpikir lebih panjang lagi sebenarnya kepahitan itu adalah sesuatu yang terbaik yang akan terjadi pada masa selanjutnya dan akan memberikan nuasa yang lebih cerah juga pada masa-masa selanjutnya. Sebenarnya untuk melihat sikap, karakter atau pola pikir lawan jenis atau pasangan kita, bisa kita lakukan dengan mudah, yaitu dengan cara mengandaikan bagaimana bila kita mengatakan, berbicara atau bersikap seperti pasangan kita, dengan seperti ini kita akan bisa tahu maksud yang melatarbelakangi karakter dan arti ucapan dari pasangan kita.

Dua fase umur diatas dan segala hal yang terjadi diatas lebih dominant teralami oleh remaja wanita atau kaum hawa, karena untuk kaum adam/laki-laki, kebebasan lebih membuat mereka bisa merubah lebih cepat, entah itu berubah menjadi lebih baik, lebih positif atau bahkan berubah menjadi lebih tidak baik, atau juga bolak-balik berubah-rubah tidak menentu. Kebebasan akan keleluasaan fisik dan waktu membuat kaum adam/laki-laki lebih gampang untuk menentukan karakter diri sesuai kenginginan mereka.

Fase ketiga, Fase dengan analogi jenjang umur 24 sampai 30 tahun. Fase dimana pola fikir jangka panjang dan proses kedewasaan melengkapi langkah penentuan mereka. Mereka biasanya minimal menyamakan sumber daya dan nilai pribadi mereka sendiri untuk mencari calon pasangan yang serius bagi mereka, pembandingan yang demikian ini tentunya mereka dasari dari cara berfikir untuk mencapai sesuatu yang lebih baik bagi masa depan mereka bila mereka berkeluarga. Berbagai basic pemikiran mereka gunakan, sebaiknya pertama kali basic pemikiran yang harus mereka cari adalah berumus pada hal yang bersifat religi, pada aturan, peringatan, anjuran dan larangan dalam kitab suci agama sesuai yang mereka anut. Banyak kebimbangan dan alternative ukuran yang akan mereka ambil sebagai keputusan penting. Tetapi bila mereka kembali lagi pada hal yang bersifat religi sebenarnya akan sangat mudah untuk menentukan calon pasangan hidup yang serius bagi mereka. Secara umum mereka akan mencari calon pendamping hidup yang mempunyai mata pencaharian sendiri, nyambung dalam berbagai hal, pekerja keras, mau mengerti dan dimengerti, menerima apa adanya keadaan keluarga dan lingkungan masing-masing, kreatif, mempunyai beberapa kelebihan, bertanggungjawab, dan fisik adalah bukan lagi menjadi tolak ukur yang utama. Tetapi di fase ini ukuran jarak umur masih mengikuti keputusan mereka.

Fase keempat, yaitu fase dengan umur 31 th sampai dengan 45 th. Inilah fase dimana semua analogi pengambilan keputusan untuk mencari calon pendamping hidup semuanya berujung pada tanggungjawab yang benar-benar tulus dan saling menerima dan mengerti. Basic pengambilan keputusan juga tidak lagi berdasar pada ukuran mengedepankan ego semata tapi pembesaran rasa menerima dan memperbaikai diri. Kesadaran akan hidup yang lebih dewasa dan penuh pengertian menenggelamkan beberapa karakter yang penuh keakuan dan khayalan yang tidak pasti. Yang terpenting bagi mereka adalah baiknya kepribadian seseorang yang di topang dari apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka katakana sesuai dengan yang dilakukannya, pengesampingan kisah masa lalu mengikuti fase ini.dan jelas hal ini umur bukan lagi ukuran yang harus diperdebatkan, bisa saja calon pasangannya lebih muda dari mereka, sedikit atau banyak, bisa juga lebih tua dari mereka,.keseriusan untuk berumah tangga bukan lagi suatu hal yang harus dicoba-coba ataupun diupayakan untuk dijalani seiring waktu, tetapi berumah tangga merupakan kepastian hidup yang dipenuhi oleh niat baik ibadah dan akan terus dipertahankan sekuat mungkin untuk tetap utuh.

Sesungguhnya jika kita mau mengerti apa arti hidup ini, tentunya kita akan mungkin bisa lebih bijak untuk mencari dan menentukan yang bagaimanakah calon pasangan hidup yang terbaik bagi kita, sebenarnya hidup adalah pilihan, memilih hidup lebih baik tampa banyak mencoba-coba, tentunya dengan konsekuensi pembekalan diri dengan basic religi, kesabaran, ketlatenan dan keuletan, atau pilihan hidup dengan mencoba-coba dengan berbagai pilihan karakter dan status social dan sebagainya, dan konsekuensinya adalah resiko hidup yang tidak bisa kita perkirakan besar kecilnya. Semoga wacana diatas bisa menambah materi pemikiran kita untuk menyikapi hidup berkeluarga lebih baik menuju kehidupan yang membahagiakan secara bathiniah dan lahiriah.

By. Irawan

http://kreatifkerja.blogspot.com

Readmore »»

Kamis, 19 November 2009

CANTIK TIDAK HARUS MAHAL, MENOR, DAN GLAMOUR

Wanita identik dengan keindahan, dan keindahan bermutualisme dengan kecantikan. Sebenarnya arti dari beauty atau kecantikan bukan dari apa yang tampak terlihat tetapi juga dari pribadi, kemampuan dari Sumber Daya individu yang dimiliki (inner Beauty).
Dengan kemampuan pribadi tinggi yang berkorelasi dengan SDM yang handal akan menimbulkan pola pikir yang positif, maju, logis, dan daya pikir untuk menilai sesuatu dengan sehat, luas dan panjang. Seorang wanita yang telah memiliki pola pikir kepribadian yang seperti tersebut diatas akan menilai suatu kecantikan bukan dari sesuatu yang dihasilkan dengan biaya mahal, barang mahal, dan penampilan yang berlebihan. Mereka lebih cenderung menilai suatu kecantikan berdasar pada keserasian, kesederhanaan, kesehatan. Kira-kira apa saja aktualisasi tampil cantik menurut mereka? Diantaranya bisa kita sebutkan sebagai berikut :
1. Merias muka (face make up) cukup dengan tatanan warna yang sesuai dengan kondisi dan warna hari yang sedang mereka hadapi (siang atau malam). Dengan risan yang tidak

terlalu mencolok (terang-kontras), tipis, dan warna-warna yang terlihat segar. Penebalan karakter warna hanya diperlukan pada bagian-bagian tertentu saja, misalnya pada bagian ujung bibir, penebalan warna alis, dan sedikit pada bagian kulit pipi. Dalam hubungannya dengan kesehatan, mereka lebih berhati-hati untuk tidak terlalu menggunakan berbagai jenis make up dalam satu kali pemakaian karena kan menyebabkan dampak yang negative pada kulit mereka.
2. Menjaga kesehatan dan keindahan kulit tubuh, dengan cara lebih banyak menkonsumsi sayuran dan buah-buahan, atau dengan minuman sari buah yang telah banyak tersedia di pasaran dan dengan harga yang cukup terjangkau. Dan untuk perawatan dari luar cukup dengan menggunakan sabun mandi biasa. Sebenarnya kulit bersih dan indah hanya bisa tercipta dengan dua hal tersebut, perawatan dari dalam (berupa konsumsi makanan/minuman) dan dari luar berupa pembersihan kulit tubuh dengan sabun.
3. Dalam hal berpakaian, keinginan untuk fashionable agar terlihat anggun dan cantik sebenarnya bagi mereka amatlah sederhana. Semua tergantung pada bagaimana memilih warna yang sesuai. Mereka akan mengerti bahwasannya warna dasar dan hidup adalah warna hitam dan putih. Jadi penampilan dalam hal berpakaian untuk membantu memberikan kesan cantik tidak harus dengan bahan pakaian mahal, warna yang norak, kontras dan mencolok, karena orang yang memandang tidak akan selalu bertanya berapa harga pakaian tersebut, tetapi kesan yang pertama kali ada pada pandangan mereka adalah keindahan yang terlihat dari paduan warna dan model pakaian yang dikenakan. Memang untuk masalah berpenampilan cantik haus membutuhkan kreatifitas, jadi kreatifitas variasi model dan pemilihan warna yang sesuailah yang membuat seorang wanita tampil lebih cantik. Dan tidak harus juga dengan model pakain yangt terlalu minim (memperlihatkan terlalu banyak tubuh yang terbuka / aurat), karena semakin minim pakaian yang dikenakan akan mengurangi kesan anggun dan mempesona, karena akan tertelan oleh kesan liar, seronok dan tidak percaya diri.
Dengan demikian tampil cantik adalah harus terlihat lebih anggun dan mempesona, yang semuanya itu bisa didapatkan dengan memperdayakan pola pikir yang kreatif, sehat dan bermoral. Karena sebenarnya setiap manusia memilki kemampuan untuk berprestasi menciptakan kreatifitas, tergantung dari manusianya itu sendiri untuk berpikir luas, sehat, cerdas dan punya motivasi untuk mengisi hidup dengan berkarya (berkarya dalam hal memperbaki kepribadian diri dan berpenampilan).
Semoga gambaran bagaimana berpenampilan cantik dengan tidak berlebihan, menor, mahal, dan tidak sehat di atas bisa kita dapatkan dengan dasar pemikiran yang sehat dan cerdas tersebut, bisa berguna bagi kaum hawa.
By. Irawan http://kreatifkerja.blogspot.com/

Readmore »»

Senin, 16 November 2009

PROFESI SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA - MOTHER HOUSE PROFESSION

Wanita berkarir atau bekerja di luar rumah adalah hal yang biasa pada jaman sekarang ini. Emansipasi dan persamaan gender telah terakui pada era sekarang, tetapi di luar itu semua, sebenarnya wanita mempunyai kemampuan kerja yang tidak kalah dibandingkan kaum pria, bahkan ada beberapa diantaranya yang mempunyai kemampuan kerja diatas kaum pria, masalah yang mereka hadapi biasanya dalam hal kodrat fisik yang memberikan batasan-batsan tertentu pada mereka, tetapi sebenarnya itu semua memberikan efek kebaikan yang positif pada diri mereka, misalnya mereka lebih terbiasa berpikir dengan perasaan, lebih terbiasa dengan kesabaran, ketlatenan dan rasa membatasi keinginan diri. Dilihat dari semua itu pada hakekatnya ada yang perlu diketahui tentang kehebatan mereka, yaitu saat mereka memposisikan diri mereka sebagai seorang ibu rumah. Karena profesi tersebut merupakan suatu profesi yang sangat mulia, dikatakan sangat mulia disini karena ditilik

dari tingkat kesulitan yang belum tentu semua wanita bisa melakukannya dengan baik dan benar meskipun mereka mempunyai tingkat pendidikan tinggi ataupun mempunyai karir yang cemerlang, apalagi kaum adam bisa dipastikan sebagian besar mereka tidak bisa melakukan apa yang dilakukan kaum hawa dalam hal mengurus keseharian rumah tangga.
Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga memang sangatlah berat, berat dalam hal tanggungjawabnya, lama atau waktunya, dan jelas akan memforsir secara fisik dan bathin. Apalagi bila kita temukan profesi ganda seorang wanita, baik itu sebagai ibu rumah tangga yang juga sebagai individu yang mencari nafkah untuk keluarganya, bakalan tidak akan bisa terbayangkan berapa kali lipat beban berat yang ditanggungnya.
Coba kita bedah dsan telaah apa-apa tingkat kesulitan yang kita temui pada seorang wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sebagai berikut:
1. Tentunya kita awali dengan saat pagi hari mereka harus bangun lebih bagi dari orang-orang lain dirumah itu, mempersiapkan segala apa yang dibutuhkan saat menjelang fajar, termasuk di dalamnya adalah menyiapkan makan pagi, pakaian bersih untuk kegiatan hari itu, dan membersihkan atau menata lagi hasil dari semua kegiatan yang dilakukan oleh seluruh penghuni rumah saat pagi itu juga.
2. Setelah itu beranjak ke siang hari mereka masih disibukkan dengan membenahi dan membersihkan seisi rumah, memikirkan kebutuhan rumah termasuk didalamnya kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan lainnya serta mengatur budget pengeluaran dan pemasukan rumah tangga ( secara financial). Bagi ibu rumah tangga yang mempunyai bayi atau putra-putri yang masih kecil akan terasa lebih sibuk dan berat lagi, karena mereka harus membagi konsentrasi mereka untuk merawat dan menjaga bayinya/putra-putri balitanya dengan penuh perhatian dan tanggungjawab yang besarnya tidak bisa terbayangkan. Kesehatan dan kebugaran lahiriah dan bathiniah harus digunakan 100% setiap harinya.
3. Dan kesibukkan pekerjaan tersebut tidak akan berhenti sampai menjelang tengah malam.
Yang kita bicarakan disini adalah profesi seorang ibu rumah tangga dengan asumsi tingkat perekonomian mereka menegah kebawah. Karena bila tingkat perekonomian suatu rumah tangga termasuk golongan menegah keatas beban mereka akan lebih berkurang dengan memanfaatkan jasa orang lain untuk membantu mengurusi segala hal dalam rumah tangganya. Disamping telah ada sarana dan fasilitas berupa alat-alat elektronik yang mendukung pekerjaan mereka dalam mengurusi rumah tangganya.
Jadi bila kita bandingkan profesi seorang wanita yang berkarir di kantoran ataupun yang lain, sebenarnya lebih ringan bila dibandingkan dengan profesi seorang wanita sebagai ibu rumah tangga. Letak perbedaan tersebut dilihat dari besarnya tanggungjawab untuk menjaga keutuhan, kebutuhan, keselamatan, dan tanggungjawab moral yang harus tertanamkan pada seluruh keluarga mereka setiap saat, setiap hari begitu seterusnya.
Dengan wacana diatas semoga kita lebih tahu dan mengerti untuk menghargai profesi seorang ibu rumah tangga adalah profesi yang teramat mulia dan patut untuk dihormati dan dibanggakan.
By. Irawan http://kreatifkerja.blogspot.com/

Readmore »»

WANITA SAAT MULAI PERCAYA PADA CALON PASANGANNYA - When Womans Trust Their Boy Friends

Sebenarnya wanita adalah mahluk yang mudah percaya karena notabene pemikiran mereka biasanya lebih mengedepankan perasaan daripada logika, dan sebenarnya ini menjadi titik lemah mereka yang bisa termanfaatkan sekali oleh pasangannya bila memang pasangannya bukanlah tipe seorang yang baik atau gentleman. Rasa percaya terhadap calon pasangannya tersebut bisa timbul oleh beberapa hal, diantaranya adalah :
1. Saat pasangannya sering menepati waktu saat berjanji
2. Saat pasangannya selalu mensupport dan mendukungnya untuk lebih berprestasi sesuai dengan yang didinginkannya
3. Bila pasangannya mau untuk dikritik bahkan minta untuk

dikritik tentang segala hal demi kebaikan mereka berdua.
4. Bila pasangannya mengerti untuk memberikan padanya kebebasan bergaul selama itu tidak mengesampingkan waktu untuk mereka sendiri.
5. Saat pasangannya mulai mengajak untuk diperkenalkan dan sering diajak bersilahturahmi pada keluarganya.
6. Saat pasangannya beberapa kali memberikan hadiah istimewa yang unic dan sesuai dengan seleranya atau karakter kepribadiannya, apalagi bila hadiah tersebut dibuat sendiri oleh pasangannya.
7. Saat pasangannya lebih cepat mengerti dan menyadari untuk meminta maaf tentang kesalahan yang telah dibuatnya (tidak membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk mengerti).
8. Bila pasangannya bisa cepat merubah sifat atau kepribadiannya menjadi semakin baik dan positif ( dengan asumsi bukan waktu yang cukup lama untuk berubah baik, misalnya lebih dari 1 tahun).
9. Dan saat pasangannya memperhatikan dan menyayangi juga seluruh anggota keluarganya.
Sebenarnya dengan memiliki kedewasaan berpikir bagi seorang wanita akan menjadikan mereka lebih baik, indah, unik dan romantis dalam meniti sebuah hubungan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah akan memberikan mereka keberanian untuk menentukan sikap, mengambil pilihan demi kebaikannya sendiri dalam jangka panjang di dunia dan untuk kepentingan akheratnya kelak, dengan mencari calon pasangannya hidupnya yang terbaik bagi mereka, dengan asumsi prasyarat uatamanya adalah mencari calon pasangan hidup yang berkepribadian dan berakhlak baik dan menarik.
By. Irawan http://kreatifkerja.blogspot.com/

Readmore »»

Jumat, 04 September 2009

Wanita tentang Calon Pasangannya


Bagi wanita east..wanita kita,..mereka masih mempunyai sisi penalaran positif bahwa rasa suka/cinta harus berdasar religi,..iman dan taqwa…berikanlah aku pria yang baik yang saat aku dekat dengannya aku semakin ingin dekat denganMU..karna dia aku semakin berterimakasih dan semakin ingin menyembahMU..Aku lebih mencintaiMU..dan karna itu aku mencintai laki-lakiku. Sebenarnya wanita kita lebih mengerti artinya cinta ketimbang kaum hawa western,
karna ada basic pondasi religi yang selalu membuat mereka cerdas dan tegar, Tapi semua itu tergantung pada sejauh mana tingkat pemikiran dan wawasan wanita tersebut dan semudah apa kaum hawa tersebut menerima nasehat-nasehat juga kenyataan yang ada. Pada intinya pandangan wanita terhadap pria dipengaruhi oleh kepercayaan dirinya akan sumber daya yang dimilikinya serta semangat untuk tidak putus asa.
Wanita punya kelemahan…kejujuran nurani,..dan sering digunakan sebagai senjata makan tuan oleh laki-laki..hingga nurani itu terjebak dan tidak bening lagi, jika sang wanita tidak cepat-cepat menyadarinya nurani itu akan kusam dan menghitam, tapi bila mereka bisa menyadarinya..nurani itu akan bening dan bercahaya lagi semakin hari semakin berkilau karna meski sudah buram dan menghitam..dalam nurani mereka masih ada setitik kebeningan yang terlalu amat kuat untuk dihilangkan dan terlalu amat gampang berkilau lagi bila ada kesempatan bila mereka mau tuk menantang dan merubahnya. Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh bawaanh perasaan mereka yang memang lebih sering digunakan dalam mengarungi hidup mereka ketimbang kaum adam.
Wanita mencari apa yang menjadi kekurangan dirinya harus bisa ditutupi dengan kelebihan si laki-lakinya, mencari sesuatu yang bisa melengkapi segala yang membuatnya bimbang menghadapi jalan hidup di depannya…hingga dia tidak pernah bimbang lagi. Banyak ragamnya tentang apa yang dicari wanita, bias dari segi fisik, kemapanan atau masa depan, bisa jadi juga rasa aman. Pada kenyataannya sebagian besar dari mereka mencari kemapanan atau masa depan yang pada kenyataannya adalah semu dan tidak pasti bisa membuat mereka bahagia. Dan biasanya lagi, hal yang demikian dianut oleh kaum wanita yang masih lajang (belum pernah berumah tangga), tidak cukup percaya diri dengan sumber daya yang dimilikinya atau latar belakang ekonomi.
Wanita tidak pernah main-main dengan hubungan untuk menjajaki ke jenjang yang lebih serius, taruhan hidup dan harga dirinya ada pada saat itu, semua logika akan dipakainya untuk saat itu.Mencari apa-apa yang tidak ada pada dirinya harus ada pada si-x calon pasangannya, apa-apa yang buruk pada dirinya harus ada yang baik pada laki-lakinya, karna banyaknya persamaan watak akan lebih menghancurkan keduanya, tapi sedikit persamaan juga sama-sama bisa menghancurkan mereka berdua, yang terpenting persamaan prinsip untuk mengakui kelemahan dan kekurangan masing-masing dan tidak pernah menggunakan kelemahan dan kekurangan itu sebagi senjata saling menjatuhkan.Cukup sudah waktu yang ada untuk mengenal siapa calon pasangan seriusnya,..bukan waktu untuk mencoba dan mencoba lagi.
Wanita akan melakukan apapun bila dia bisa percaya pada pasangannya, bahkan jikalau perlu merebut kembali hati laki-laki itu bila memang sudah berpaling dan jauh, dengan cara apapun bahkan dengan membuang harga dirinya, karna dia sangat mengenal sekali kelebihan dan percaya sekali pada laki-laki yang dia kejar kembali. Hal ini dipengaruhi sifat dasar wanita yang lebih nekat bila itu berhubungan dengan perasaannya. Mereka lebih banyak mengesampingkan resikonya tau lebih tepatnya mereka yakin bisa mengatasi resikonya.
Pada dasarnya wanita juga sama dengan pria ada yang baik ada juga yang tidak, kesempurnaan bentuk fisik wanita dari ujung kaki sampai ujung rambut bisa menjadi senjata mematikan bagi semua laki-laki, kecuali lelaki yang memang sengaja hidup pada dunia dan permainan seperti itu dan mereka juga sebagai pemain utamanya. Bahkan bila memang wanita itu bukan type wanita yang siap menerapkan semua kemampuannya untuk mengatasi segala kendala hidupnya (merasa sumber daya pada dirinya kurang dan lebih yakin dengan kelebihan secara fisik atau keahliannya bertutur kata), wanita-wanita seperti ini gampang sekali menggunakan kelebihan dan kesempurnaan fisik mereka sebagai profesi, bukan berarti itu memang tujuan hidup mereka, tetapi karna mereka pada saat memutuskan menjalani hal yang seperti itu tidak mendapatkan jalan keluar, support dari keluarga, teman bahkan tidak percaya diri dengan keadaan di dalam bathinnya. Terjebak dalam penyesalan dan keterpurukkan ini memang kelemahan wanita yang terakhir dan tidak sedikit yang hancur karna terlanjur mengalaminya , semakin terpuruk dalam dan sedikit sekali yang bisa bangkit atu menyelamatkan diri dari hal yang demikian. Mereka mahluk yang gampang putus asa, karna memang notabene mereka lebih terbatas kebebasannya dalam beberapa hal ketimbang seorang laki-laki. Tidak sedikit wanita yang sempurna di usia muda yang juga sempurna fisiknya menjadi bulan-bulanan laki-laki, atau bahkan membuat para lelaki menjadi dadu permainan mereka, hal ini berlaku pada segala umur dan segala bentuk-rupa, bahkan dari segala strata sosial laki-laki, Basicnya adalah kebutuhan dengan mengedepankan pemberdayaan fisik dan sex yang selalu diukur duntuk mendapatkan rupiah atau barang-barang lainnya yang berbau kesenangan, kemewahan. Tidak bisa dibayangkan beban apa yang ada pada nurani si wanita, belum lagi resiko sosial dan penyakit. Mereka sulit bangkit meski sebenarnya mereka bisa dan masih punya kesempatan asal mereka mau melakukannya.
Wanita memang mahluk yang gampang tertipu daya terutama oleh mata dan telinga mereka, mereka lebih sering menggunakan perasaannya yang di nalar pertama kali dari mata dan telinga mereka, sedangkan logika dan bukti adalah insting kedua bagi mereka. Sebenarnya laki-laki juga sama, cuman mereka lebih cepat menyadarinya dan lebih cepat menentukan langkah selanjutnya. Wanita lebih percaya tuk melihat dan mendengar apa-apa bentuk pengorbanan dan perjuangan dari pasangannya, dan apa-apa yang saat itu ada pada pasangannya, atau siapakah lelakinya, orang ternamakah, terpopulerkah, apakah pekerjaan atau jabatannya, ( kenyataan memiliki pribadi yang baik malah banyak dikesampingkan), seharusnya mereka mempertimbangkan segalanya dengan logika dan segala pembuktian yang mereka tawarkan untuk mencari kebenaran. Karna sebenarnya mereka mahluk yang lebih teliti dan sabar ketimbang kaum adam dan hanya masalah waktu. Sabar untuk menilai dan memahami arti ketidaksempurnaan ataupun kekurangan (dalam artian no way untuk kekurangan ahlak).
Akhirnya apa yang dimulai dengan hal yang baik apabila mereka sabar dalam takaran yang sesuai dengan kemampuan dan batasan mereka, mereka akan mendapatkan hal yang terbaik juga, meski lama dan penuh pengorbanan. Bagi wanita baik dan laki-laki baik sabar ada batasnya..masih ada kepentingan yang juga harus didahulukan, masih ada sesuatu yang lebih besar yang mesti kita raih, masih ada kewajiban dan tugas berat menanti kita, masih ada kesempatan untuk bisa bertemu dengan lingkungan dan orang-orang baru, masih ada kesempatan ke hati yang lain, temukan laki-laki yang baik karena mereka masih banyak... dan tentunya juga dengan do’a.
By Irawan.

Readmore »»