Selasa, 02 November 2010

MENANGKARKAN / BERTERNAK BURUNG PARKIT ( BERWIRAUSAHA ) Bag. I




Berternak atau menangkarkan hewan merupakan kreatifitas untuk menciptakan peluang usaha baru / mengurangi pengangguran dengan modal usaha yang relative kecil ( dibawah Rp.500.000,- ), salah satunya adalah dengan berternak atau menangkarkan burung jenis burung parkit ( Parkit Breeding ). Jenis burung ini memiliki kelebihan dalam corak warna bulunya yang cantik dengan berbagai warna yang menarik ( bright and full color ). Juga jenis burung tersebut mampu bertelur hingga 6 s/d 8 butir telur.

Dan didukung pula dengan pakan yang mudah juga murah, untuk masalah pakan murah tergantung dari bagaimana kita membiasakan burung tersebut untuk memakan makanan dengan jenis harga murah. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, akan saya jelaskan tahapan-tahapan berternak / menangkarkan burung parkit.

- Pilihlah indukan burung parkit yang masih muda, dengan ciri warna hidung di atas paruhnya masih berwarna merah mudah dan belum banyak bersisik putih, juga kaki yang masih belum banyak warna sisik putihnya.

- Tangkarlah 2 pasang burung parkit, sebaggai awal untuk indukan. Yang harganya per ekor berkisar Rp.15.000,- s/d Rp. 25.000,-

- Buatlah kandang terlebih dahulu dari kawat ram dan kayu, atap terserah, dengan ukuran besar kurang lebih 1,5 m x 1,5 m dan tinggi minimal 1,5 m . Alas juga sebaiknya terbuat kawat ram ukuran 1-1,2 cm. Tanah di bawahnya sebaiknya diberi sedikit kapur untuk mengurangi kadar asam dari kotoran burung sehingga burung lebih sehat. Sebaiknya pintu kandang di buat 2-4, beberapa berukuran kecil yang terletak di beberapa tempat, dan 1 berukuran besar untuk kita bisa masuk ke kandang tersebut.

- Buatlah juga sangkar untuk bertelur berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm dari kayu yang agak keras, dan lubangi depan sangkar serta berilah alas berpijak di bawah lubang tersebut. Diameter lubang kira-kira 3,5 - 4 cm, jarak lubang masuk burung dari alas bawah kubus kira-kira 5 cm dan berilah serbuk atau serpihan kayu di dalam sangkar tersebut. Sebaiknya buatlah sangkar dengan jumlah yang banyak, kira-kira 5 – 10 sangkar yang dipasang disisi belakang sangkar dengan tinggi 1 m lebih dari alas kandang.

- Berilah cabang-cabang ranting untuk tempat bertengger. Usahakan bagian belakang sangkar ditutup dengan media yang gelap agar burung tenang saat bersarang/bertelur dan terhindar dari hewan pengganggu lainnya.

- Untuk minum sebaiknya perlu diberi vitamin yang bisa didapatkan di toko-toko hewan ternak, dan untuk tempat minum atau makanannya bisa menggunakan media tempat minum ayam potong sehingga bahan makanan / minuman bisa otomatis turun saat saat termakan. Jagalah kebersihan tempat minumnya, cucilah 2 hari sekali agar tidak lembab dan berlumut. Sediakan pasir sebagai bahan pembantu pencernaan burung. Untuk jenis makanan bisa millet, juwawut, jagung muda atau biasakan juga dengan gabah padi ( karena harganya murah ). Keuntungan menggunakan tempat makan/minum milik ayam adalah bila seawktu-waktu ternak burung kita tersebut kita tinggal untuk waktu yang agak lama, burung tetap bisa mendapatkan bahan untuk makan dan minum yang tetap banyak.

- Bila sarana kandang, sangkar untuk bertelur dan makanan cukup baik, maka burung akan cepat untuk bertelur. ( Biasanya telur menetas dalam waktu lebih kurang 21 hari ).

Selamat mencoba, semoga tips menangkarkan burung parkit diatas bisa menjadi lahan usaha baru yang dapat menjadikan hobi yang menghasilkan bagi para pembaca. Semoga sukses.

By. Irawan.

1 komentar:

  1. 150 cm x 150 cm itu untuk berapa indukan dan pejantan pak?

    BalasHapus